Tag Archives: Prancis

Lionel Messi Boyong Istri dan Anaknya Menuju Disneyland

Di tengah-tengah kesibukan sang bintang bersama dengan skuadnya yakni FC Barcelona, Messi kerap ingat terhadap istri dan anak-anaknya. Dihari Selasa, tanggal 25 oktober 2016, Lionel Messi terekam memboyong keluarganya itu tengah liburan menuju Disneyland yang ada di Prancis.

Seperti yang disampaikan dari salah satu sumber, 2 foto yang diupload di medsos mememperlihatkan Lionel Messi bersama dnegan istri dan dua putranya, bernama Mateo dan Thiago. Mereka ber 4 terlihat sedang bermain pada salah satu permainan yang ada di Disneyland.

Gambar yang lain menunjukkan bahwa mereka tengah berjalan kaki di seputar daerah perkarangan(taman) Disneyland. La Pulga berupaya menjadikan dirinya tak dikenal orang lain dengan menggunakan tutupan kepala yang menyatu pada jaketnya.

Dua foto tersebut dipotret oleh salah satu penggemar yang secara sadar mengabadikan kebersamaan bintang FC Barcelona tersebut bersama dengan keluarganya. Penggemar itu namoaknya tidak mau mengganggu aktifitas pribadi sang pemain pada Tim nasional Argentina tersebut.

Diluar dari 2 gambar yang di- upload penggemar messi, istri dari lionel Messi, yakni Antonella Roccuzzo pun meng-upload foto mereka di medsos Instagram. Foto itu menunjukkan patung Walt Disney dan Mickey Mouse.

Foto yang diupload Antonella pun seakan mengutarakan bahwasannya dirinya sedang berada di Disneyland. Akan tetapi, foto tersebut tak memperlihatkan sosok La Pulga dan ke 2 anaknya.

Saat sebelumnya, Lionel Messi inzin tampil dalam pertandingan persahabatan yakni Fc Barcelona melawan Espanyol, hari Selasa(malam waktu setempat). Dalam pertandingan tersebut, Espanyol berhasil menundukkan FC Barcelona dengan skor 1-0.

 

 

“Rekrut Paul Pogba Hanya Buang-Buang Uang”

Memboyong Paul Pogba tak lama lagi segera ditempuh Setan Merah-yakni nama julukkan bagi Manchester United atas pendapat dari Emmanuel Petit hal tersebut merupakan sebuah cara untuk membuang-buang uang terhadap hal yang yang tidaklah penting.

Paul Pogba sempat dijual Manchester Unites yakni tahun 2012 lalu menuju Juventus dengan predikan bebas transfer. Saat ini pemain yang diketahui tengah berumur 23 tahun itu sebagai gelandang yang menjadi target bidikan dari sejumlah klub yang ada di Eropa salah satunya Manchester United sebab performanya yang bersama dengan juventus.

Manchester United pribadi kabarnya telah bersiap mengembalikan Paul Pogba menuju Old Trafford dengan nilai transfer sebesar 100.000.000 poundsterling ditahun ini yakni sebagai nilai transfer tertinggi yang ada di dunia.

Pendapat dari eks gelandang Prancis yang sempat memenangi ajang Piala Dunia ketika tahun 1998 silam serta Euro pada tahun 2000, Petit, tujuan Setan Merah tersebut adalah hal kurang pas. Dengan biaya 100.000.000 pounds, pendapat Petit sebaiknya setan merah memboyong gelandang FC Barcelona yakni Luis Suarez.

“Coba bayangkan apa yang dapat Anda perbuat dengan uang sebesar 100.000.000 pounds. Fikirkan Anda menyerahkan mobil yang paling oke yang Anda miliki kepada orang lain, usai2 musim, Anda mendambakan dan mengharapkannya kembali. Apakah diri Andamerasa gembira? Hal semacam itu hanyalah membuang-buang uang. 100.000.000 pounds, pendapat saya sebaiknya membeli Suarez,” ucap Petit.

“Pogba mempunyai karier kedepan yang cerah, namun saat ini terlihat seperti menggebu-gebu. Saya tidak merasa gembira dengan kondisinya selama ini. Kita kerap kalimenganggap dirinya selaku gelandang bintang, namun menurut diri saya tak demikian,” timpanya.

 

 

Antoine Griezmann Boyong 2 Title Sekaligus

Striker Prancis, yakni Antoine Griezmann menciduk 2 gelar pada ajang Piala Eropa tahun 2016 ini. Disamping memperoleh gelar sebagai peraih skor terbanyak, dirinya pun ditunjuk selaku gelandang terbaik pada ajang 4 tahunan antarnegara Eropa itu.

Selama ajang Piala Eropa 2016, gelandang yang berumur 25 tahun tersebut telah mencatatkan 6 gol dan memasukkan 2 kali upaya. Griezmann sebagai gelang ke 2 yang sukses memasukkan lebih dari 5 gol pada ajang Piala Eropa.

Gelandang pertama yang sukses menjalaninya ialah sosok sejarawan Prancis, yakni Michael Platini. Eks Presiden UEFA tersebut memasukkan 9 gol pada ajang Piala Eropa tahun 1984 silam.

“Antoine Griezmann adalah sumber ancaman kerap kali dirinya tampil bermain. Dirinya berusaha penuh demi skuat dan mempunyai teknik, mimpi, serta kemampuan pengakhiran yang bagus,” ucap pemimpin skuad teknis UEFA yakni Ioan Lupescu.

“Sejumlah pemerhati teknis yang telah berisikan tiga belas orang telah bersedia memilihnya selaku sebagai gelandang yang amat tangguh selama pergelaran ajang Piala Eropa 2016,” ucap Ioan dengan menambahkan.

Disamping itu, gelandang belia terbaik pada ajang Piala Eropa 2016 sebagai kepunyaan pemain Portugal, yakni Renato Sanches. Dirinya pun tetlah memecahkan rekor gelandang yang paling muda yang bermain pada partai final dengan umur yang tengah menginjak delapan belas tahun 328 hari.

Saat sebelumnya, rekor tersebut sebagai kepunyaan dari Cristiano Ronaldo. Pada saat bermain pada fase final Piala Eropa tahun 2004 lau, setelah pemain sekaligus megabintang dari Real Madrid dan juga Portugal tersebut tengah berusia 19 tahun 150 hari.

CR7; Peristiwa Terbaik Selama Berkarier’’

Selaku pemimpin tim Portugal, yakni Cristiano Ronaldo, menyebut kesuksesan memenangi Piala Eropa 2016 sebagai salah satu peristiwa yang paling menggembirakan selama karier sepak bolanya. Kala itu Cristiano Ronaldo sempat mengatakan, bahwa semua masyarakat Portugal pantas memperoleh trofi ini.

Portugal secara sah menjadi pemenang pada ajang Piala Eropa 2016 setelah mendukkan tim tuan rumah, yakni Prancis dengan prolehan skor akhir 1-0 pada partai final yang dilangsungkan di Stade de France, hari Senin tanggal 11 juli 2016, dinihari WIB. atas gol tunggal Portugal yang dilahirkan gelandang pengganti, Eder ketika adanya penambahan waktu.

“Hal tersebut merupakan salah satu peristiwa amat mengemberikan pada perjalanan karier saya. Sering kali mengungkapkan, saya mau menjuarai trofi bersama dengan timmas dan mendapati rekor sejarah. Rakyat Portugal pantas memperoleh hal ini. Sama halnya dengan teman satu tim dngan saya,” ucap Cristiano Ronaldo.

Pada Partai final tersebut sebenarnya cukup mengecewakan untuk Cristiano Ronaldo. Dikarenakan, Dirinya tak dapat tampil secara full dikarenakan mendapati masalah cedera pada bagian lutut setelah tertabrak dengan salah seorang pemain Prancis, yakni Dimitri Payet.

Walau begitu, semangat Cristiano Ronaldo dalam menjuarai laga layak diberi apresiasi. Dengan balutan perban yakni pada bagian lututnya, CR7 terus memberi semangat kepada rekan satu timnya yang tengah berada  dikursi cadangan.

Sekai-sekali, dirinya ikut memberi pengarahan untuk teman satu timnya yang tengah berusaha menghadapi gencatan Prancis.

“Saya amat merasa bahagia. Hal tersebut merupakan sesuatu yang saya impi-impikan sudah lama, sedari 2004 silam. Sunggu disangkan, laga tak berjalan dengan baik untuk saya, namun saya selalu yakin terhadap rekan satu tim dengan saya. Mereka mempunyai kemampuan dan talenta,” ucap Ronaldo.

Griezmann Mendapati Rekor Yang Saman Dengan Zidane

Antoine Griezmann sebagai sosok pahlawan atas kejuaraan yang di raih Prancis dari Republik Irlandia. Dirinya juga sanggup menyamai prestasi baik yang di miliki Zinedine Zidane.

ketika menjalani laga pada fase 16 besar kompetisi Piala Eropa yang diselenggarakan di Stade de Lyon, Lyon, hari Minggu, tanggal 26 juni 2016, malam WIB, kala itu Prancis berhasil meraih juara atas perolehan skor 2-1 dengan hasil kerja kerasnya.

Les Bleus berada pada posisi buncit terlebih dulu atas gol yang dihasilkan oleh Robbie Brady melalui adu penalti pada menit ke 2. Dari aksi yang dilanggar Paul Pogba terhadap Shane Long sebagai penyebabnya.

Prancis unggul melalui 2 gol yang diciptakan Griezmann pada fase ke 2. Opta mencatat bahwasannya dari gol tersebut, Antoine Griezmann menyamakan prestasi yang dimiliki Zidane dengan torehan 3 poin pada 1 putaran final kompetisi Piala Eropa.

Gol awal untuk Griezmann pada laga tersebut telah dihasilkannya pada menit ke-58. Selanjutnya gol ke 2 gelandang yang memiliki nomor punggung 7 ini mencatatkan dengan jarak waktu 225 detik dari cetakannya yang pertama.

Atas performanya tersebut, Griezmann juga merasa senang. Ditambah lagi, pertandingan tersebut ditonton oleh keluarganya.

“Keluarga saya kala itu menyaksikan saya di tribune sebab Lyon sejak awal merupakan menjadi kediaman tinggal saya, maka hal tersebut juga sebagai penyemangat tambahan. Saya ingin dapat lanjut bermain seperti sekarang ini dan memperkuat tim. Kami telah mengupayakan seluruhnya pada fase ke 2 dan Anda telah menyaksikan Prancis yang tidak seperti biasanya(berbeda),” ucap Griezmann pada akun UEFA.

Dua gol pada laga kontra Irlandia tersebut juga mempertegas bahwasannya Prancis sering telat memanas pada pergelaran Piala Eropa. Sebanyak 9 dari total sepuluh gol terakhir Prancis pada kompetisi antarnegara benua biru berhasil di peroleh pada fase ke 2.

Prancis pun dapat kembali pada ajang Piala Eropa untuk perdana semenjak tahun 2004 lalu. Kala menjuarai laga pertandingan usai tertinggal yakni dua belas tahun silam, skuat yang mendapat sebutan ‘ayam jantan’ bersaing kontra Inggris.

Hasil Keputusan Griezmann Antara Spanyol Dan Perancis

Antoine Griezmann saat ini tengah berjuang membela Perancis yakni pada fase putaran final Piala Eropa tahun 2016 ini. Walau begitu, gelandang yang kini tengah berumur 25 tahun tersebut tidak dapat begitu saja melupakan Spanyol.

Tentu, Griezmann sempat mengungkapkan bahwa hatinya sering kali terpecah diantara 2 negara tersebut. Hal tersebut dikarenakan dirinya telah lama berada tinggal di negeri Matador itu walaupun asal muasak dirinya lahir yang bertempat di Macon, yakni Perancis.

Sedari usia sebelas tahun lalu, Griezmann memutusakan untuk pindah menuju San Sbeastian dan bergabung dengan Real Sociedad. Setelah itu pada tahun 2014, diriya hijrah menuju Atletico Madrid sampai dengan saat ini.

Dari yang sudah disampaikan Griezmann, dirinya tak menjadi masalah apabila seandainya diharuskan pindah warga Negara yakni selaku warga Negara Spanyol. Griezmann pun tak mengelak bahwasannya dirinya sudah cocok berada di Spanyol.

Akan tetapi, sebuah keinginan yang kuat dari dirinya mengharuskan Griezmann memutuskan untuk berada di tanah kelahirannya.

“Saya melihat gelandang seperti Thierry Henry dan Zinedine Zidane menjuarai Piala Dunia pada tahun 1998, maka saya mau bermain untuk timnas Prancis dan tampil dengan menggunakan seragam tim nasional,” ucap Griezmann.

Gelandang yang menghantarkan Atletico sebagai finalis pada ajang Liga Champions tahun 2015-2016 itu juga merasa senang apabila nantinya Prancis dan Spanyol berjumpa pada tahap final Piala Eropa tahun 2016 ini.

“Apabila Prancis gagal, saya akan frustasi dan dilecehkan pada saat kembali menuju klub. Akan tetapi, apabila kami juara, saya akan merasa sangat gembira,” ucap Griezmann.

‘Dimitri Payet Gelandang Yang Luar Biasa Di Prancis’

Dimitri Payet merupakan permain sangat menjanjikan pada laga awal Grup A Piala Eropa ketika Prancis bertanding kontra Rumania. Dirinya sampai-sampai dikatakan selaku gelandang terbaik Chealsea.

Ketika kontra Rumania yang dilangsungkan di Stade de France, pada hari Sabtu, tanggal 11 juni 2016 dinihari WIB, kala itu Prancis mengambil kejuaran dengan memperoleh skor diakhir 2-1. Olivier Giroud menghantarkan Prancis mencatatkan gol terlebih dulu, setelah itu di imbangi oleh Bogdan Stancu.

Prancis pada akhirannya mendaftarkan kejuarannya usai Payet memasukkan gol pada menit ke 89. Payet melesatkan tembakan keras dari posisi di luar kotak penalti, dan menjurus pada bagian pojok kanan bagian atas gawang milik Rumania.

Whoscored menilai bahwasannya Payet tampil dengan sangat memukau yakni terhitung sebanyak 86 kali terkena bola, 2 kali melesatkan tendangannya menuju arah gawang, 1 tepat sasaran dan berhasil mencetak gol.

Aksi dari Payet tersebut tidak menjadikan manajer dari West Ham United, yakni Slaven Bilic, terkejut. Dirinya sebelumnya telah mengatakan yakni sebelum turnamen, bahwasannya gelandang yang kini tengah berusia 29 tahun tersebut ialah gelandang  terbaik pada tim Prancis.

“Sebelum laga Prancis kontra Rumania pada hari Jumat malam, saya sudah mengirimkan sebuah pesan bagi Dimitri Payet berharap yang terbaik baginya,” ucap Bilic seperti yang disampaikan oleh Daily Mail.

“Isi dari pesan tersebut: ‘santai saja, dirimu tidak mesti menunjukkan apa pun, dirimu gelandang terbaik di sana.”

“Saya tak salah mengra, mungkinkah diri saya salah? Dirinya sepektakuler, tidak hanya mengenai golnya pada detik-detik akhir yang menghantarkan Prancis unggul, sebab disebabkan semuanya. Seluruh aksi dari Prancis lewat dirinya.”

“Ketika berada pada posisi sebelah kiri lapangan, mereka menekan pada posisi itu dan ketika berpindah pada bagian tengah, mereka pun menjalankan hal yang serupa,” tambahnya.

CR7 Bertekad Lebih Maksimal Pada Pertandingan Selanjutnya

CR7 nampak terlihat dalam aksinya kurang power full pada pertandingan Portugal kontra Islandia. Dirinya merasakan badannya yang sudah lebih sehat, bertekad  akan tampil lebih maksimal lagi.

Ketika menjalani pertandingan yang diselenggarakan di Stade Geoffroy-Guichard–Saint-Etienne, hari Rabu, tanggal 15 juni 2016 dinihari WIB, Cristiano Ronaldo tak berhasil tampil cemerlang. Portugal juga hanya mendapati hasil seri 1-1ketika  bertanding melawan Islandia. Nani sebagai penghasil gol Selecao, dan kala itu mendapat aksi balasan oleh Birkir Bjarnason .

Pada laga tersebut, CR7 telah terlihat dalam melancarkan upaya dengan mengarah ke gawang dengan torehan terbanyak yakni sepuluh kali. naasnya, hanya  1 yang on target.

CR7 sendiri sempat mendapati masalah kesehatan fisik sebelum bertanding di Prancis. Dirinya keletihan setelah memperkuat Los Blancos, yang belum lama masuk pada pertandingan persahabatan terakhir ketika Portugal unggul banyak dari Estonia.

Cristiano Ronaldo yang saat ini telah merasa lebih sehat, tentunya bertekad tampil lebih maksimal lagi ketika Portugal kontra  Austria , tanggal 18/6/2016 mendatang.

“Dari segi badan saya merasa baik  dan diri saya akan berusahan maksimal untuk lebih baik pada laga selanjutnya. Saya percaya kami akan melangkah menuju tahap selanjutnya,” ucap Cristiano Ronaldo pada As.

“Saya tampil pada bagian sebelah kiri serta di kanan, saya mesti bertukar tempat  dengan Luis Nani, yaitu dengan tampil lebih kedalam dari keadaan melebar dan merupaya untuk menghadirkan suatu perpindahan. Seluruh perpindahan posisi membutuhkan tidak banyak waktu dalam penyesuaian,” tambahnya.