Tag Archives: Piala Eropa

Anthony Martial Belum Konstan di Man United

Juru tak tik Tim nasional Prancis, yakni bernama Didier Deschamps, menantang striker belia Setan Merah(julukkan Manchester United), yakni Anthony Martial, untuk lebih konstan. Martial, yang merupakan pesepak bola internasional Prancis yang dirasa butuh dalam menambahkan penampilannya pada awal tahun ini.

Pada awal tahun kariernya bersama dengan skuat Manchester United tahun lalu, Martial memasukkan sebanyak 11 gol pada kompetisi Liga Primer Inggris. Akan tetapi, pada saat Setan merah pada awal tahun ini diurus oleh Jose Mourinho, pesepak bola yang kini tengah berumur 20 tahun tersebut nampaknya butuh penyesuaian diri.

Dari 4 pertandingn yang dudah dilakoni Setan Merah pada awal tahun ini, Martial belum pernah memasukkan gol, wakah sudah memcatatkan 2 kali upaya untuk mencetak gol.

Namun , agar dapat diajak tim nasional Prancis lagi, kala itu Deschamps menyuruh Martial memperlihatkan kestabilan.

“Anthony atau Martial mengawali tahun ini yakni dengan lebih dulu. Dirinya bersiap untuk tampil main di banyak laga pada komposisi. Hal tersebut agak sedikit tak sama bagi kami,” ucap Deschamps, seperti disampaikan dari salah satu media olahraga.

“Dirinya butuh lebih konstan, walau dengan kemampuannya. Dirinya bisa sebagai pembeda pada permainan, sebab dirinya gesit dan pesepak bola yang tangguh yang bisa memasukkan gol dan menghasilkan upaya mencetak gol,” ujarnya.

Deschamps berpendapat, pada umur Martial saat ini, dirinya masih memerlukan banyak pembuktian agar bisa mininggikan tingkatnya. Deschamps munyuruh Martial untuk menjaga tingkat penampilan untuk beberapa minggu serta beberapa bulan.

“Dirinya banyak tampil, ia merupakan salah seorang yang bermain sangat banyak tahun lalu, hal tersebut kenapa dirinya tak merasa sehat pada ajang Piala Eropa. Dirinya sangat memiliki kualitas. Saya telah menyampaikan terhadadapnya untuk sadar akan hal itu, namun dirinya mesti menngembleng dirinya agak lebih keras sedikit,” ucap Deschamps.

Antoine; Pogba Layak Direkrut Dengan Biaya Tinggi

Selaku bintang tim nasional Prancis serta Atletico Madrid, yakni Antoine Griezmann meyakini apabila temannya di tim nasional, yaitu Paul Pogba layang direkrut dengan harga tinggi oleh Skuat Setan Merah (Manchester United). Oleh sebab itu, dirinya menyatakan pendukung Manchester United tidak perlu kawatir menantikan aksi luar biasa Paul Pogba.

Griezmann mengetahui benar kemampuan Paul Pogba. Bersama dengan Pogba di tim nasional Prancis, pemain dan juga selaku bintang Atletico Madrid tersebut dapat merasakan upaya serta pula gol yang ikut mengantas Les Bleus, julukkan pada tim nasional Prancis, menuju fase final. Ironisnya, Prancis gagal atas skor 0-1kontraPortugal pada pertandingan final ajang Piala Eropa tersebut.

“Saya rasa pendukung yang ada di Inggris tidak akan merasa kecewa. Mereka data mempunyai harapan sesuatu yang hebat dari Paul Paul. Dirinya layak ditebus dengan biaya fantastis, sebab dirinya pekerja keras dan mempunyai talenta untuk sebagai pesepak bola yang utama,” ucap peraih skor terbanyak Piala Eropa ini seperti disampaikan pada salah satu media olahraga.

“Paul Pogba menyukai liga Inggris. Manchester United klub yang sangat ideal bagi dia, dengan Jose Mourinho dirinya akan menjadi pesepak bola anyar.”

Paul Pogba pribadi telah berganung dengan Man United ketika kegagalan Southampton atas skor 2-0 pada saat babak terusan Liga Inggris minggu ke dua , hari Sabtu, tanggal 20 agustus 2016 dini hari WIB. Ketika itu, Zlatan Ibrahimovic meraup 2 gol bagi Setan Merah.

Pogba pribadi juga diberi jatah bermain 1 setengah jam pada laga tersebut. Dirinya berduet dengan Marouane Fellaini selaku pemain bertahan.

 

Wales Percaya Dapat Tundukkan Belgia Kembali

Walau tidak begitu difavoritkan dibanding Belgia, Wales tetap yakin dengan adanya harapan untuk merauh juara. Dari hasil sederet pertandingan terakhir menjadi modal yang baik bagi mereka.

Wales akan bertanding kontra Belgia pada babak perempatfinal kompetisi Piala Eropa yang akan dilangsungkan di Stade Pierre-Mauroy, hari Sabtu, tanggal 2 juli 2016, dini hari WIB. Hitam diatas putih, Wales tidak lebih difavoritkan pada pertandingan kali ini.

Disamping datang selaku penantang, tim Wales masih kalah saing bidan disejajrkan Belgia. Bale sebagai andalan utama, disamping itu sang penantang mempunyai sederet gelandang diantaranya yakni Eden Hazard, Romelu Lukaku, atau Kevin de Bruyne.

Gareth Bale tau betul predikat Belgia yakni selaku skuat yang diunggulkan. Namun hal tersebut dikatakan tidak akan mengacaukan fokus mereka menghadapi laga.

malah sebaliknya Wales merasa yakin dan pede sebab pada pertandingan terakhir sukses unggul atas skor 1-0 pada tahap penyisihan. Sampai-sampai dalam 2 pertandingan yang lain pada 3 pertandingan terakhir, mereka sanggup bertahan dengan posisi imbang melawan Belgia.

“Kami tak butuh penyemangat lebih sama sekali. Mereka merupakan skuat yang amat baik, kami Tau mengerti akan hal itu. Rencana mereka ialah menjuarai pada Piala Eropa dan mereka menganggap dari masing-masing  tim lawan yakni selaku sarana menuju tahap final dan untuk menjadi juara,” ucapnya.

“Kami tak berfikir bahwa haltersebut merupakan bentuk ejekkan atau bahwasannya kami butuh mengambil penyemangat dari sana. Hal tersebut merupakan pendapat mereka.”

“Ini terkait fokus terhadap diri kami pribadi, mejalankan rencana dari aksi kami, dan berusaha menjalankannya. Kami pun sempat menundukkan mereka sebelumnya, dengan begitu kami dapat melakukan hal yang sama,” ujar striker Real Madrid tersebut.

Griezmann Mendapati Rekor Yang Saman Dengan Zidane

Antoine Griezmann sebagai sosok pahlawan atas kejuaraan yang di raih Prancis dari Republik Irlandia. Dirinya juga sanggup menyamai prestasi baik yang di miliki Zinedine Zidane.

ketika menjalani laga pada fase 16 besar kompetisi Piala Eropa yang diselenggarakan di Stade de Lyon, Lyon, hari Minggu, tanggal 26 juni 2016, malam WIB, kala itu Prancis berhasil meraih juara atas perolehan skor 2-1 dengan hasil kerja kerasnya.

Les Bleus berada pada posisi buncit terlebih dulu atas gol yang dihasilkan oleh Robbie Brady melalui adu penalti pada menit ke 2. Dari aksi yang dilanggar Paul Pogba terhadap Shane Long sebagai penyebabnya.

Prancis unggul melalui 2 gol yang diciptakan Griezmann pada fase ke 2. Opta mencatat bahwasannya dari gol tersebut, Antoine Griezmann menyamakan prestasi yang dimiliki Zidane dengan torehan 3 poin pada 1 putaran final kompetisi Piala Eropa.

Gol awal untuk Griezmann pada laga tersebut telah dihasilkannya pada menit ke-58. Selanjutnya gol ke 2 gelandang yang memiliki nomor punggung 7 ini mencatatkan dengan jarak waktu 225 detik dari cetakannya yang pertama.

Atas performanya tersebut, Griezmann juga merasa senang. Ditambah lagi, pertandingan tersebut ditonton oleh keluarganya.

“Keluarga saya kala itu menyaksikan saya di tribune sebab Lyon sejak awal merupakan menjadi kediaman tinggal saya, maka hal tersebut juga sebagai penyemangat tambahan. Saya ingin dapat lanjut bermain seperti sekarang ini dan memperkuat tim. Kami telah mengupayakan seluruhnya pada fase ke 2 dan Anda telah menyaksikan Prancis yang tidak seperti biasanya(berbeda),” ucap Griezmann pada akun UEFA.

Dua gol pada laga kontra Irlandia tersebut juga mempertegas bahwasannya Prancis sering telat memanas pada pergelaran Piala Eropa. Sebanyak 9 dari total sepuluh gol terakhir Prancis pada kompetisi antarnegara benua biru berhasil di peroleh pada fase ke 2.

Prancis pun dapat kembali pada ajang Piala Eropa untuk perdana semenjak tahun 2004 lalu. Kala menjuarai laga pertandingan usai tertinggal yakni dua belas tahun silam, skuat yang mendapat sebutan ‘ayam jantan’ bersaing kontra Inggris.

Mendapati Kekalahan, Klinsmann Masih Kerap Memuji AS

Jurgen Klinsmann berpesan terhadap anak didiknya untuk tak bersedih walau tak berhasil dalam merebut trofi pada kompetisi Copa America 2016. Sang pelatih dari tim nasional Amerika Serikat (AS) tersebut merasa bahwa performa Clint Dempsey beserta rekan-rekannya telah cukup untuk menjadikannya modal pada petandingan berikututnya.

Ameika Serikat tak berhasil dalam mentuntaskan pertandingan pada posisi ke 3 usai berhasil ditaklukan oleh Kolombia pagi tadi. Amat disayangkan, kegagalan tersebut Cuma dihasilkan yakni lewat  gol tunggal yang dilahirkan oleh Carlos Bacca.

Akan tetapi selaku runner up adalah pencapaian tertinggi yakni pada peringkat ke 2 Amerika Serikat di turnamen ini. Mereka pun sempat melakukannya yakni ketika tahun 1995 silam.

“Dapat menempati posisi 4 besar pada pertandingan elite tersebut merupakan torehan yang amat luar biasa. sejumlah gelandang mesti berbangga terhadap dirinya pribadi,” ucap Klinsmann..

“Untuk setiap hari merupakanp peristiwa yakni sebagai sebuah pengetahuan dan masih begitu banyak pertandingan lain yang akan datang. Sungguh hal tersebut merupakan promosi yang baik bagi Amerika Serikat pribadi dan juga yang ada di dunia,” ucap sang pelatih yang berasal dari Jerman tersebut dengan menambahkan.

Dirinya juga sempat berpendapat bahwasannya pada ajang Copa America tentunya lebih sukses dibandingkan degan ajang Piala Eropa 2016.

“Tingkat laga di sini berada jauh lebih besar, tentu  saya tak melihat adanya hal yang persis sama pada ajang Piala Eropa. Semoga saja Amerika Serikat dapat selaku tuan rumah pada pergelaran Copa America berikutnya atau pula pada ajang Piala Dunia,” ucap Klinsmann.

‘Inggris Dan Swiss Sejajar’

Pelatih dari timnas Swiss, yakni Vladimir Petkovic, berpendapat bahwa, timnya mempunyai performa yang sama seperti Inggris. Menurut pandangan dari Petkovic, bahwasannya sepak bola Swiss sudah meningkat tajam pada beberapa tahun belakangan.

Swiss akan mengawali pertandingan pada babak penyisihan ajang Piala Eropa 2016 untuk Grup E bertanding kontra Inggris yang dihelat di Stadion St Jakob Park, Basel, pada hari Senin tanggal 8 september 2014. Swiss digadang-gadang lebih difavoritkan dibandingkan Inggris jelang laga tersebut.

“Saya merasa gembira kami dikatakan selaku tim yang diunggulkan dalam laga nanti yakni kontra Inggris. Akan tetapi, dari hasilnya tersebut baru akan kita peroleh pada hasil nanti di lapangan,” ungkap Petkovic.

“Kami sangat menghargai Inggris. Kami tak cemas menghadapi Inggris, akan tetapi juga menghormati mereka. Asosiasi sepak bola Swiss sudah menambahkan performa yakni selama 10 tahun belakangan. Adanya kmajuan atas kemampuan. Saat ini, dapat dibilang kami sejajr dengan Inggris,” tuturnya.

Disamping itu, sang kapten yakni Gokhan Inler tetap berjaga-jaga terhadap kemampuan Inggris. “Inggris iyalah Inggris. Kami akan bertanding kontra mereka dengan rasa saling menghargai. Kami jangan sampai melupakan bahwasannya Inggris sudah berada pada posisi tertinggi yakni selama 10  tahun,” sebut Inler.

Inggris dan Swiss sebagai skuat yang di unggulkan pada Grup E. disampaing dari masing-masing tim tersebut, Grup E pula ditempati oleh sederet klub lain diantaranya Lithuania, Estonia, Slovenia, dan San Marino. Pemenang dan runner-up grup secara langsung berlanjut menuju Piala Eropa 2016. Disamping itu pada posisi ke 3 berpeluang masuk dengan statust posisi 3 terbaik atau lewat fase play-off.

Ungkapan Lukaku Terkait Kualitas Penampilan Belgia

Belgia tampil memukau pada saat kontra Irlandia untuk laga kualifikasi Grup E kompetisi Piala Eropa yang dilangsungkan di Stade de Bordeaux, pada hari Sabtu, tanggal 18 juni 2016. Belgia unggul dengan perolehan skor 3-0.

Dari 3 gol yang tercatatkan Belgia diciptakan oleh Romelu Lukaku ketika menit 48 dan 70 ditambah lagi gol yang dihasilkan oleh Axel Witsel ketika menit 61. Dengan begitu, Belgia melinjak menuju peringkat ke 2 dengan memperoleh 3 angka.

Pada saat sebelumnya, Belgia tunduk  dengan skor 0-2 atas Italia. Disamping Irlandia malah mengalami penurunan kualitas pemain sebab usai menahan Swedia dengan skor1-1 pada pertandingan pertama, pada hari Senin, tanggal 13 juni 2016, mereka hampir saja tidak berdaya dalam pertandingan ini.

Hal tersebut tergambar dari ketidakberdayaan armada dari Martin O’Neill melancarkan serangan yang on target. Torehan tersebut sebagai awal untuk Irlandia dalam sebuah pertandingan pada pergelaran besar dari Piala Dunia tahun 1994 silam.

Lalu, terkait keunggulan Belgia, kala itu Lukaku merasa bahwa timnya tentu bermain sesuai dengan keinginan. Kekalahan pada pertandingan pertama menambahkan rasa semangat tim.

“Hari ini untuk semua yang kami kerjakan berjalan dengan lancar. Kami sudah menjalankan apa yang mesti dikerjakan, yakni tampil baik dan memperoleh clean sheet,” ucap Lukaku terhadap UEFA.

Penyerang Everton yang kini tengah berumur 23 tahun itu menceritakan kejadian yang menjadikan Belgia kembali memberikan ancaman usai sebelumnya sempat ditundukkan Italia yakni 0-2.

“Saya sadar saya sudah melewati tahun yang luar biasa. Saya telah telah menyiapkan diri dengan cukup baik dan saya amat santai, begitu pun pada tim,” ucap Lukaku.

“Kami melakukan pertemuan khusus tim 2 hari lalu. Semua orang dapat memberikan komentar mereka dan tentu, kami sukses tampil dengan baik hari ini,” ucapnya lagi.

Berkelahi, Ibra Mau Bawa Chiellini Menuju RS

Salah seorang yang merupakan pemain penyerang-Swedia, yakni Zlatan Ibrahimovic menghadirkan banyolan menyangkut kegagalan negaranya atas Italia ketika babak kualifikasi grup C ajang Piala Eropa, pada hari Jumat, tanggal 17 juni 2016. Swedia menelan kekalahan kontra Italia yakni 0-1 dari gol yang dilahirkan oleh Eder Martins pada saat memasukki menit 88.

Atas dari kegagalan tersebut adanya kemungkinan Swedia tak berhasil untuk masuk tahap selanjutnya, namun masih mempunyai kesempatan apabila berhasil dengan mengalahkan Belgia ada pertandingan terakhir. Ibra yakni sana sapaan untuk Ibrahimovic mendapati pengawalan sangat ketat oleh bek Italia, yakni bernama Giorgio Chiellini.

Semaring becanda, Ibra mengungkapkan bahwasannya ia ingin membawa Chiellini menuju rumah sakit apabila betul-betul terjadi perkelahian.

“Apabila hal itu bakal betul-betul terjadi perkelahian, dirinya akan segera masuk rumah sakit,” ucapnya seperti diisampaikan pada Football Italia.

Kandidat pemain serang Setan Merah(MU) tersebut mengungkapkan bahwasannya Swedia kurang fokus ketika berhadapan kontra Italia. Maka beginilah, ucap dirinya, yang menjadikan ujung tombak atas keunggulan Gli Azzurri.

“Pada sepak bola, diri anda mesti fokus paling tidak selama satu setengah jam, apabila tidak diri anda akan diberi sanksi terhadap tim yakni seperti Italia. Hal tersebut yang berlangsung pada hari ini. Dapat saja Anda lebih berhati-hati selama satu setengah jam, namun Anda dapat melepaskan satu kesempatan dan kehilangan pertandingan,” ucap Ibra.

“Siapaka yang amat saya sukai pada skuat Italia? Tidak ada satu orang pun, mereka tampil selaku tim, mereka membuat diri saya merasa terkejut.”