Tag Archives: Leicester City

Islam Slimani Sebagai Incaran Klub China

Klub Liga China masih belum menyerah untuk membidik para pesepak bola Liga Inggris. sekarang, klub yang bernama Tianjin Quanjian ini kabarnya berniat menghadirkan pesepak bola dari Leicester City, yakni Islam Slimani.

Uang dalam jumlah besar sudah dipersiapkan klub asal tirai bambu ini demi mendapati pesepak bola internasional Aljazair itu. Akan tetapu, pihak dari manajemen The Foxes sampai dengan sekarang ini belum merespon minat Tianjin Quanjian kepada Slimani.

“Seorang penyerang tahu klub China, Tianjin kepincut untuk menghadirkan penyerang skuat The Foxes, Islam Slimani. Mereka telah bersiap untuk menggelontorkan dana besar untuk memiliki dirinya,” ucap dari salah satu sumber, media olahraga.

Walau kabarnya berkeinginan untuk menghadirkan Slimani, belum adanya pembicaraan pada kedua belah pihak Leicester City dan Tianjin Quanjian. Nilai yang ditawarkan terhadap klub Leicester City tersebut pun masih belum jelas.

“Selama ini belum adanya penawaran yang datang secara resmi untuk si penyerang. Dan tak adanay komunikasi secara langsung antara ke-2 klub. Tianjin Quanjian bakal tawarkan secara mengejutkan yakni melebihi harga ketika The Foxes ingin memboyong Slimani supaya kepincut,” sambung dari ucapan kalimat tersebut.

Disamping itu, pesepak bola yang lahir pada tahun 1988 tersebut sah mengenakan seragam Leichester City pada tahun 2016 lalu(musim panas). Slimani direkrut oleh pemenang bertahan Liga Inggris itu dari Sporting Lisbon. Sedari direkrut, Slimani terhitung telah 7 kali tampil dan mencatatkan 4 gol.

Eks Kekasih Danny Simpson, Berkeinginan Tambah Anak Lagi

Memang bila membahas mengenai cerita seputar bintang sepak bola tentu ada kisah menarik, unik, dan membuat heran dari para pemain sepak bola. Kali ini hadir dari pemain yang merupakan bek pada skuat Leicester City, bernama Danny Simpson.

Saat ini Simpson tengah diincar oleh eks kekasihnya, bernama Stephanie Ward. Namun dirinya tidak meminta terkait pertanggug jawaban untuk anak perempuan yang dilahirkannya dari hubungan mereka yang dahulu. Kebalikannya, wanita yang kini berusia 29 tahun tesebut justru meminta tambah anak lagi.

Simpson dan Stephanie telah lama putus. Dari hubungan percintaan yang pernah terjalin, mereka sekarang mempunyai seorang putri (yang kini berusia 5 tahun) dengan nama Skye.

Beberapa waktu yang lalu Stephanie Ward dan Danny Simpson tersebut sempat berselisih pada media sosial. Mereka satu sama lain melempat tudingan terjait hak asuh putri mereka. Akan tetapi usai persoalan tersebut usai, dan kini justru mencuat cerita bahwasannya wanita yang menjalani pekerjaan selaku relawan antikekerasan pada wanita ini menharapkan anak lagi dari pesepak bola yang berumur 30 tahun itu.

sampai-sampai menurut salah satu sumber, demi melancarkan keinginannya itu, Stephanie bersedia bila Simpson nanti menyetop uang bulanan yang kerap dikirimkan sebagai biaya keperluan anak mereka.

Untuk mendapatkan anak, Stephanie pun tak mewajibkan Simpson mesti tidur dengan dirinya. Karena, kehamilan itu bisa dilakukan dengan jalan bayi tabung.

Memang hal aneh kedengarannya. Akan tetapi, walau baga manapun Stephanie mempunyai penjelasan sendiri. “Dirinya berkata hanya mau anak-anaknya memiliki ayah yang sama,” ucap sumber itu pada salah satu media.

Barry; The Fosex Telah Kehilangan Kemampuan

Kemampuan Leicester City tahun ini dirasa stelah jauh menurun. Anggapan ini dilontarkan pemain Everton, bernama Gareth Barry.

The Foxes sempat membuat dunia sepak bola terkejut usai memperoleh prestasi yang cukup membanggakan dengan memenangi Liga Inggris tahun lalu. Namun, tim dari Claudio Ranieri ini mulai mendapati kondisi sulit di tahun 2016/2017. Saat terakhir mereka mendapati kegagalan dengan skor 0-2 di markas Everton.

Ini merupakan kegagalan ke 2 dari 3 laga terakhir The Foxes. Sekarang, mereka berada pada urutan ke enam belas, cuma 3 angka di atas zona kemerosotan.

“Mereka tidaklah skuat seperti musim lalu,” ucap Barry. “Sepak bola merupakan terkait keyakinan diri.”

“Itu bakal selalu menjadi berat untuk mereka dalam mengulang apa yang mereka dapati di musim lalu. Itu cuma satu kali seumur hidup apa yang mereka raih.

Barry mengatakan bahwasannya The Foxes memang sudah bangkit kembali pada Liga Champions. Namun, prestasi pada liga dalam negri mereka tidak bermau seperti musim lalu.

“Kami sadar bila kami berada [ada penampilan dan melakukan pertahanan dengan bagus kita dapat memperoleh 3 angka,” ucapnya.

“Orang-orang yang ada di sepak bola mengetahui itu merupakan posisi yang tak sama dengan musim lalu,  Anda bisa menyampaikan dari para penggemar, mereka cukup santai. Itulah sepak bola dan gimana perbedaannya.”

Sebab Ranieri Memposisikan Mahrez Sebagai Pelapis

Pelatih pada skuat Leicester City, yakni Claudio Ranieri, menyatakan alasan memposisikan Riyad Mahrez selaku pelapis pada pertandingan Premier League melawan Everton yang dilangsungkan di Stadion King Power, hari Senin, tanggal 26 Desember 2016.

Pertarungan itu dijuarai oleh Everton atas skor 2-0. Gol armada dari Ronaldo Koeman dihasilkan oleh Kevin Mirallas ketika masuk pada menit 51 dan Romelu Lukaku pada menit ke-90.

Claudio Ranieri tiba-tiba membuat keputusan pada saat tak menurunkan Riyad Mahrez selaku starter pada pertarungan ini.

Mahrez baru dimainkan dimenit 64 sebagai pengganti dari Andy King.

Hal itu amat disayangkan sebab tahun lalu Mahrez tampil gemilang pada 2 pertandingan kontra Everton.

Pemain sayap yang berasal dari Aljazair ini sanggup melesatkan 5 tendangan keras, memberi 8 operan kunci, mendahului pesepak bola lawan sebanyak 9 kali, dan berhasil memasukkan 2 buah gol.

Performa yang gemilang Mahrez itu berakibat atas keunggulan The Foxes di Stadion Goodison Park yakni skor 3-2, tanggal 19/12/2015  dan King Power skor 3-1, tanggal 7/4/2016.

Akan tetapi, Ranieri memiliki jawaban khusus soal Mahrez.

“Saat ini dirinya tak dalam penampilan baik dan saya mau menyemangati dirinya,” ucap Ranieri seperti disampaikan oleh salah satu sumber.

“Saya tak menyaksikan dirinya bermain baik selama waktu latihan. Dirinya mesti menyuguhkan yang lebih lagi bagi skuat. Saya mengharapkan lebih,” ujar arsitek berumur 65 tahun tersebut.

Ranieri untuk yang ke 2 kalinya memposisikan anak didinya tersebut sebagai pelapis pada pertandingan Premier League tahun ini. Saat sebelumnya, Mahrez pun ikut serta pada fase ke-2 pada saat Leicester City gagal 0-3 dari The Blues pada laga yang dilangsungkan di Stadion Stamford Bridge tanggal 15/10/2016.

Jamie Vardy Hapir Masuk Skuad Jerman

Selaku bos Olahraga RB Leipzig, bernama Ralf Rangnick, sempat bengatakan bahwa klubnya hambir saja menghadirkan penyerang Leicester City yakni Jamie Vardy 3 tahun lalu. Akan tetapi, hal tersebut tidak jadi teraksana sebab usia Vardy.

Leipzig merupakan klub fantastis Jerman tahun ini. Baru saja promosi di Bundesliga, akan tetapi mereka telah dapat bersaing pada papan puncak klasemen bersama dengan Bayern Munich.

“Seorang pembicara sepak bola Inggris menyatakan terhadap saya 3 tahun lalu: ‘Saya mempunyai pesepak bola bagi Anda, yang bakal pas terhadap sepak bola Anda. Namun dirinya mungkin sudah sangat berumur,” ucap Rangnick kepada salah satu sumber.

“Pesepak boa yang dituju ialah Jamie Vardy. Dan sebab dirinya begitu berumur untuk kami, kami tak menghadirkan dirinya.”

Jamie Vardy pada saat itu baru 1 tahun berada di Leicester City. Dia pun hamper saja dijual Leicester City sebab tak dapat menghasikan gol di tahun pertamanya. Akan tetapi, sebab Leipzig tidak tertarik, Vardy pada akhirannya tetap bertahan dan berhasil bersama dengan The Foxes.

Cara Main

Vardy sukses membawa Leichester City menang pada komptisi Liga Inggris tahun 2015-16. Bomber Tim nasional Inggris tersebut pun mencatatkan sebanyak dua puluh empat gol tahun lalu.

“Dari gaya dirinya bermain, dirinya bakalan pas dan uar biasa bagi kami,” ujar Rangnick.

Jumlah, Vardy sudah perkuat The Foxes sebanyak 166 laga di setiap laga yang dimainkan. Pesepak bola yang saat ini berumur 30 tahun tersebut pun sudah measukkan sebanyak 56 gol.

Gagal Menang, Ranieri Tidak Sesalkan Turunkan Para Pelapis

Pilihan Claudio Ranieri menurunkan para pesepak bola pengganti menghasilkan kegagalan telak Leicester City di kandang Porto. Tidak rasa sesal dari sang manager.

The Foxes tunduk atas skor 0-5 pada saat lawatan menuju Estadio do Dragao, hari Kamis, tanggak 8 Desember 2016 dinihari WIB. Hasil tersebut tentu tidak merubah kedudukan Leicester City, yang telah diyakini keluae selaku pemenang grup.

Walau begitu, atas kegagalan sebegitu telaknya pula dapat menjadi hal yang menyakitkan bagi mental mereka. Ini merupakan kegagalan skuad Inggris atas margin paling besar dalam sejarah Liga Champions.

Kegagalan tersebut tidak lepas dari pilihan Ranieri memainkan para pesepak bola cadangan. Sudah tentu cuma Danny Drinkwater dan Wes Morgan yang menjadi wakil anggota skuad inti, disamping itu sisanya ialah para gelandang.

Ranieri akui bahwa hasil tersebut merupakan kesalahan dirinya. Namun dirinya tidak menyesalkan atas pilihannya memberi peluang untuk para pesepak bola tersebut.

“Saya tidak merasa menyesal, sebab saya mau memberi peluang untuk semua pesepak bola saya. Bila saya perlu unggul atau seri, saya bakal memainkan semua skuad ke 1 untuk bertanding,” ucapnya disampaikan oleh salah satu media.

“Namun pada saat Anda mengetahui ada pertandingan berat yang lain pada hari Sabtu nanti kontra Manchester City dan Anda berada pada posisi teratas grup, kenapa tidak memberi peluang tampil kepada para pesepak bola yang menyatakan ‘Kenapa saya tidak tampil main? Kita tengah gagal di Premier League, beri saya 1 peluang main,” ungkap Ranieri.

“Atas dasar ini saya memberi peluang main pada mereka. Itu saja,” tambahnya.

The Foxes bakal menjamu The Citizens pada terusan Premier League, hari Minggu, tanggal 11 Desember 2016 dinihari WIB akhir minggu ini.

“Rooney Tetap Menjadi Kapten Setan Merah”

meyakini Wayne Rooney tidak akan kehilangan keduduka selaku Kapten Manchester United. tampil atau tak tampil, ucap Mou, Rooney bakal selalu menjadi jadi kapten inti Manchester United.

Wayne Rooney tidak menjadi pemain utama dalam 2 pertandingan terakhir Manchester United kontra Zorya Luhansk dan Leicester City. Pesepak bola yang kini tengah menginjak usia 30 tahun tersebut baru bergabung ke lapangan pada fase ke 2.

Ketika Wayne Rooney tidak berada di kotak hijau, Mou menunjuk Chris Smalling selaku kapten. Walau begitu, Mou meyakini, Rooney tidak perlu cemas bakal kehilangan kedudukannya selaku kapten di Old Trafford.

“Apa pula yang berlangsung, Wayne Rooney merupakan kapten kami. Tak hiraukan apakah dirunya berada di luar atau di dalam kotk hijau. Dirinya merupakan kapten saya, kapten pemain dan kapten klub,” ucap Mou pada salah satu sumber.

“Sebagai kapten untuk semua orang tersebut tidaklah muda. Maka, dirinya memperoleh segala hormat dan support. Dirinya merupakan pria Setan Merah, dirinya merupakan sosok yang  profesional yang tinggi serta mau juara dan sudah pasti dirinya embira pada saat kami memasukkan gol.”

“Ia berkata terhadap para pesepak bola dan memberi semangat pada mereka. Kala berada di kamar ganti, dirinya tak persis sama dengan beberapa pekan lalu pada saat masih sebagai pemain utama. Dirinya bakal meamasukkan gol untuk kami dan dirinya bakal berusaha dengan sekuat tenaga untuk kami. Saya tak mempunyai kekhawatiran terkait hal tersebut,” ucap Mou dengan menambahkan.

Mou Belum Buat Putusan Terkait Wayne Rooney

Selaku manajer pada skuat Setan Merah(MU), yakni Jose Mourinho, sempat menyatakan belum membuat keputusan menyangkut Wayne Rooney bakal tampil atau tidaknya pada laga kualifikasi Grup A Liga Europa kontra Zorya di Old Trafford, hari Kamis, tanggal 29 september 2016.

Saat sebelumnya, Wayne Rooney tampil dari kursi pelapis ketika kontra Leicester City, hari Sabtu tanggal 24 september 2016. Akan tetapi, Wayne Rooney selanjutnya dipertimbangkan untuk bermain pada pertandingan nanti.

Dikarenakan, pesepak bola yang berasal Inggris ini tak mengikuti sesi latihan hari Selasa, tanggal 26 september2016, sebab mendapati masalah cedera.

“Wayne Rooney terdaftar kedalam tim. Saya belum membuat keputusan iya atau tidaknya saya menurunkan dirinya sedari pertama. Dirinya tak mengikuti sesi latihan kemarin. Dirinya pun cuma sedikit melakukan latihan pada fase latihan hari Senin,” ucap Mou.

“Dirinya mendapati cendera pada punggung hari ini untuk pertama kalinya. Kala itu saya sempat percaya bahwasannya ia bakal tampil main sedari pertama besok. Akan tetapi dengan kondisi beberapa hari belakangan, saya tak merasa yakin menjalani itu,” ucap Mou lagi.

Mou mengaku tak mau begitu tergesa-gesa menurunkan dirinya demi melindunginya.

“Saya berada sekarang untuk melindungi dirinya dan tak memposisikan dirinya pada kondisi sulit. Saya mesti mencaritau kondisi yang paling baik apakah dirinya dapat bermain sedari awal pertandingan dan apakah dirinya belum siap akan hal itu. Oleh sebab itu, saya bakal menrundinkan hal ini dengan dirinya dan tim dokterapakah dirinya tampil selaku pemain utama atau tampil dari kursi perlapis,” ucapnya.

Selain Rooney, Wayne Mourinho menjelaskan bahwasannya Henrik Mkhitaryan dan Luke Shaw bakal izin bermain pada pertandingan nanti.

“Shaw kurang enak badan. Dirinya demam dan tengah sakit pada tenggorokannya. Tim medis juga sudah memulangkan dirinya sebab mencemaskan pesepakbola lain tertular,” ucapnya.

Tanggung Jawab Vardy Bertambah Usai Leichester Unggul

Bukan hal yang mudah untuk Jamie Vardy usai tahun lalu membawa The Foxes-julukkan Leicester City selaku juara. Pendapat dari eks pesepak bola The Red Devils(julukkan Manchester United) yakni Peter Schmeichel, dan saat ini sebagai striker Leichester Cuty ini tersebut mera adanya tekanan lebih berat disbanding dengan yang sebelumnya.

Tahun lalu, pesepak bola yang diketahui saat ini tengah berumur 29 tahun itu amat menghasilkan dalam memasukkan peluang gol, dengan begitu dirinya cuma mempunyai selisih 3 gol dengan Harry Kane yakni selaku peraih skor terbanyak pada Premier League.

Pada pertandingan pertama melawan Hull City bersama dengan Leicester City, hari Sabtu, tanggal 13 agustus 2016, dirinya tak berhasil dalam memasukkan gol dengan begitu skuatnya mesti mendapati kegagalan atas skor akhir yang di peroleh 2-1. Sampai-sampai dia melepaskan 2 kempatan baik yang semestinya dapat berujung pada gol.

“Saya sempat menyatakan tidak lama usai mereka keluar sebagai pemenang, ‘hidup Anda akan senantiasa berganti ‘. Orang bakal memandang Anda dengan cara caya yang tak sama. Semua orang akan meranggapan Anda yakni dengan cara yang jauh beda dan mereka bakal meminta Anda lebih banyak,” ucap Peter Schmeichel pada salah satu media internasional.

“Maka dia mulai merasa hal tersebut saatini. Anda mengetahui pesepak bola seperti Jamie Vardy, dirinya atau keluarganya telah menjadi pusat pemberitaan pada media hampir setiap hari selama dua belas bulan belakangan, saat sebelumnya tidak ada yang kenal mengetahui siapa dirinya,” ungkapnya.

The Foxes Beri Kode Ancaman Untuk United Dan Klub Pesaing

Selaku manajer pada skuat Leicester City, yakni Claudio Ranieri mengatakan dirinya telah mempunyai rencana pengganti untuk membuat terkejut pesaing mereka. Rencana tersebut dipersiapkan Ranieri demi mewaspadai sengitnya pertarungan pada Liga Inggris tahun 2016-2017.

“Skuat lain telah kenal kami, namun sudah pasti kami mesti meneruskan dengan metode kami pribadi serta pula lain. Satu rencana B dalam berusaha membuat mereka terkejut,” ucap Ranieri.

Kehadiran Josep ‘Pep’ Guardiola menuju Manchester City dan Antonio Conte dirasa semakin menjadikan Liga Inggris 2016-2017 akan berjalan sangat menarik dan seru. Belum pula, ada Setan Merah(MU) yang bergerak menghadirkan Jose Mourinho selaku manajer anyar.

Hal itu menjadikan banyak kubu memperkirakan, kompetisi Liga Inggris akan bertambah sengit. Ini ungkapksn oleh Ranieri. “Ini akan menjadi berat dan pada awal ini akan sangat sulit,” ucap manajer yang mendapat julukkan The Tinkerman itu.

Walau begitu, Ranieri tetap kukuh bahwa skuatnya akan berusa dengan sekuat tenaga demi mempertahankan title pemenang Liga. Mantan manajer AS Monaco tersebut percaya skuatnya mempunyai kesempatan yang persis dengan skuat lain miliki.

“Kami tentu mempertahankannya sampai titik dara penghabisan trofi kami. Kami mesti menjalani hal yang serupa dan memperlihatkan kemampuan juga rasa haus yang serupa,” ucap Manajer yang kini tengah berumur 64 tahun ini.

The Foxes akan mengawali debut mereka ditahun ini dari KCOM Stadium yakni dengan bertanding kontra Hull City, hari Sabtu, tanggal 13 agustus 2016, malam WIB. 1 minggu usainya, mereka akan meladeni runner up tahun lalu, The Gunners yang dilangsungkan di King Power Stadium.