Tag Archives: Inggris

Gagal Menang, Ranieri Tidak Sesalkan Turunkan Para Pelapis

Pilihan Claudio Ranieri menurunkan para pesepak bola pengganti menghasilkan kegagalan telak Leicester City di kandang Porto. Tidak rasa sesal dari sang manager.

The Foxes tunduk atas skor 0-5 pada saat lawatan menuju Estadio do Dragao, hari Kamis, tanggak 8 Desember 2016 dinihari WIB. Hasil tersebut tentu tidak merubah kedudukan Leicester City, yang telah diyakini keluae selaku pemenang grup.

Walau begitu, atas kegagalan sebegitu telaknya pula dapat menjadi hal yang menyakitkan bagi mental mereka. Ini merupakan kegagalan skuad Inggris atas margin paling besar dalam sejarah Liga Champions.

Kegagalan tersebut tidak lepas dari pilihan Ranieri memainkan para pesepak bola cadangan. Sudah tentu cuma Danny Drinkwater dan Wes Morgan yang menjadi wakil anggota skuad inti, disamping itu sisanya ialah para gelandang.

Ranieri akui bahwa hasil tersebut merupakan kesalahan dirinya. Namun dirinya tidak menyesalkan atas pilihannya memberi peluang untuk para pesepak bola tersebut.

“Saya tidak merasa menyesal, sebab saya mau memberi peluang untuk semua pesepak bola saya. Bila saya perlu unggul atau seri, saya bakal memainkan semua skuad ke 1 untuk bertanding,” ucapnya disampaikan oleh salah satu media.

“Namun pada saat Anda mengetahui ada pertandingan berat yang lain pada hari Sabtu nanti kontra Manchester City dan Anda berada pada posisi teratas grup, kenapa tidak memberi peluang tampil kepada para pesepak bola yang menyatakan ‘Kenapa saya tidak tampil main? Kita tengah gagal di Premier League, beri saya 1 peluang main,” ungkap Ranieri.

“Atas dasar ini saya memberi peluang main pada mereka. Itu saja,” tambahnya.

The Foxes bakal menjamu The Citizens pada terusan Premier League, hari Minggu, tanggal 11 Desember 2016 dinihari WIB akhir minggu ini.

Wayne Rooney Tak Bermain Ketika Man United Vs Arsenal

Wayne Rooney berpeluang tidak dimainkan ketika Setan Merah(MU) kontra Arsenal pada akhir minggu ini. Disamping mengalami cedera, dirinya juga sedang menjadi sorotan sebab perbuatan yang kurang pantas.

Manchester United bakal bertanding kontra Arsenal yang dilangsungkan di Old Trafford, hari Sabtu tanggal 19 November 2016 pada pukul 19.30 WIB. Pertandingan tersebut  menjadi laga para tim ke 2 skuad usai mendapat jeda internasional.

Rooney digadang-gadang takkan dimainkan pada laga tersebut. Bersama tim nasional Inggris, Wayne Rooney mendapati persoalan. Dirinya tidak bermain saat tim nasional Inggris bertanding melawan skuad Spanyol dalam pertandingan uji coba pada akhir minggu lalu. Rooney dikatakan sedang terkena cedera lutut minor.

Namun selanjutnya, gamabar(foto) Wayne Rooney yang tengah memakai kostum Manchester united sedang dalam kondisi tak sadarkan diri –nampaknya karena kebanyakan menenggak minuman beralkohol—disampaikan pada salah satu media Inggris. Media tersebut mengatakan Rooney dengan status yang didapatnya melakukan aksi yang kurang pantas.

kabar tersebutpun menjadikan masyarkat betanya-tanya terkait penyebab tak bermainnya Rooney di pertandingan ujicoba kontra Spanyol itu. Salah satu media lainpun kemudian mencuatkan spekulasi jika Rooney takkan dimainkan ketika Manchester United meladeni laga Arsenal nanti.

disamoing itu Zlatan Ibrahimovic pun tidak dapat dimainkan. Dirinya terkena kartu kuning ke 5 ketika Manchester united bermain di Liberty Stadium. Selain Ibrahimovic, Mourinho pun tidak dapat mengandalkan sederet pemain lain seperti Chris Smalling, Antonio Valencia dan Eric Bailly. Keadaan Marouane Fellaini dan Luke Shaw pun meragukan.

Selama tahun ini, Rooney memang tidak menjadi opsi utama Mou pada baris depan. Dari sepuluh laga Premier League yang dilakoni, Rooney menjadii pemain inti sebanyak 6 kali. Dalam semua aksinya itu, dirinya membuat 1 gol dan empat upaya mencetak gol.

Wayne Rooney Takkan Bermain Kontra Spanyol

Wayne Rooney diyakini tak akan bermain dalam pertandingan persahabatan kontra Spanyol. Pesepak bola yang merupakan kapten Inggris tersebut menarik diri dari tim sebab mengalami cedera pada lututnya.

Wayne Rooney sudah sudah tidak ikut serta dalam fase latihan pagi hari bersama tim nasonal Inggris yang dilakukan pada hari Senin, tanggal 14 November 2016. Penyerang yang saat ini tengah berumur 31 tahun tersbut izin tampil dalam sesi latihan sebagai aksi pencegahan sebab mendapati cedera lutut yang tidak sebegitu serius.

Sang juru taktik interim Inggris, yakni Gareth Southgate, telah mempunyai niatan untuk mengistirahatkan Wayne Rooney ketika Inggris bertarung dengan Spanyol yang dilangsungkan di Stadion Wembley, hari Rabu, tanggal 16 November 2016 dinihari WIB. Akan tetapi saat ini Wayne Rooney dipastikan bakal izin bermain pada pertandingan tersebut.

Rooney pergi dati tempat latihan tim nasional dan kembali menuju klubnya, yakni The Red Devils-julukan Manchester United. Dirinya bakal melakonu pemeriksaan lanjutan terkait cedera yang dialaminya.

“Wayne Rooney sudah keluar dari tim Inggris dan kembali menuju Setan Merah(MU),” berikut isi dari pernyataan Inggris seperti yang disampaikan lewat akun resmi FA.

Atas izin tampilnya Rooney, Jordan Henderson bakal berposisi selaku kapten pada laga kontra Spanyol.

Disamping itu, selaku pemain kiri yakni Ryan Bertrand, yang sama izin tampil pada latihan hari Senin, bakal tetap bersama dengan tim tiga singa. Dirinya masih berkesempatan bermain kontra Spanyol.

Gelandang Ini Wafat Saat Bertanding

Seorang gelandang sepak bola yang berada di Inggris diberitakan ditemukan tak bernyawa kala berada di lapangan ketika laga masih berjalan. Daniel Wilkinson telah berpulang di usianya yang menginjak 26 tahun.

Bek yang tampil pada klub Shaw Lane, skuat Northern Premier League kelompok 1, sebelumnya sempat taksadarkan diri(pingsan). Hal tersebut berlangsung pada saat Shaw Lane sedang bertanding melawan Brighouse Town pada pergelaran Integro League Cup–Inggris.

Ketika pertandingan memasuki fase ke 2, Wilkinson dengan tiba-tiba tersungkur dan tidak sadarkan diri. Sudah pasti, peristiwa ini menjadikan pesepak bola yang lain merasa panik.

Wilkinson selanjutnya memoeroleh penanganan dari pihak medis yakni selama setegah jam. usai itu dirinya langsung dibawa menuju salah satu rumah sakit yaitu Calderdale Royal Hospital in Halifax.

Akan tetapi, 1 jam berjalan, Wilkinson dikabarkan telah meninggal dunia. yang disebabkan bahwa dirinya mengalami serangan jantung.

Pihak klub ju secara langsung menympaikan turut berduka cita atas kejadian yang mengenaskan tersebut.

“Dengan perasaan yang teramat sedih kita mesti memberitahukan bahwa kami telah kehilangan sosok Daniel Wilkinson yang telah meninggal dunia usai tersungkur di lapangan selama laga yang dilangsungkan tadi malam. Doa dan Pikiran kami dengan keluarga dia serta rekan-rekan saat ini. Berikut isi ungkapan dari Ketua Shaw Lane Craig Wood.

“Klub mau memberi ucapan terima kasih terhadap orang-orang pada pesan tulus mereka dan sederet momen yang sudah kami dapati sepanjang malam. Tak ada lagi ucapan-ucapan untuk saat ini.”

Gunners Berkesempatan Hadirkan Pemain Dari Jerman

Arsenal memulai merambat pada tingkat bursa transfer pesepakbola. Klub yang berasal dari London tersebut kerap memakai naluri dalam mengincar gelandang-gelandang yang mereka perlukan pada pertandingan Liga Inggris tahun 2016-2017.

Yang paling belakangan, The Gunners-yakni julukkan untuk Arsenal kabarnya tengah berkesempatan menghadirkan bintang Jerman pada ajang kompetisi Euro 2016, yakni Julian Draxler. Oleh karenanya, klub Draxler, Wolfsburg kabarnya tengah bersiap menjual gelandang yang kini tengah berumur 22 tahun tersebut.

Hal tersebut dikarenakan pendukung utama Wolfsburg, yakni Volkswagen, secara tajam meminimalisir inventori dana yang digunakan sebagai honor gelandang. pada sisi yang lain, kala itu Draxler pun amat menginginkan gelandang pada Liga Champions, 1 hal yang tidak dapat dikabuli Wolfsburg.

Pimpinan Olahraga Wolfsburg, yakni bernama Klaus Allofs, mengatakan, bahwa melepas gelandang  bintang merupakan cara yang tidak sulit untuk mereka dalam mengatasi persoalan ekonomi. “hal tersebut (pelepasan gelandang) tentu salah satu rumor yang kerap kali kami bicarakan yang bertujuan pada kelanjutan klub ini,” ungkap Allofs menjelaskan.

Sang pelatih The Gunners, yakni Arsene Wenger, tentu telah lama mengincar jasa Draxler. Wenger meyakini,Draxler dapat menjadi jalan keluar pada baris depan yang sejauh ini menjadi kendala bagi Arsenal.

Kedudukan Draxler sebetulnya merupakan pemain sayap. Akan tetapi, pesepak bola yang lahir di Gladbeck–Jerman, tanggal 20/9/1993 pun amat mahir ditunkan selaku striker atau dengan sebutan second striker.

Yang jadi persoalanya, The Gunners diyakini mesti mengeluarkan biaya lebih dalam lagi. dikarenakan, nilai pasaran dari Draxler lumayan besar, yakni sebesar 55.000.000 poundsterling atau setara dengan Rp 950 milyar.

Hal tersebut tidak terlepas dari aksi luar biasa Draxler pada kompetisi Euro 2016. Walau Jerman cuma berjalan sampai dengan fase semifinal, penampilan Draxler banyak mendapat sanjungan.

Dengan jumlah 6 pertandingan Jerman kala berada di Prancis, Draxler bermain selaku gelandang inti pada 5 pertandingan di antaranya. Kala itu Draxler telah memasukkan 1 buah gol dan 1 kali upaya.

‘Rooney Berpesan Inggris Harus Tampil Lebih Sadis’

Wayne Rooney tidak ingin Inggris kembali mengalami kerugian sebab betapa sulitnya dalam mencatatkan gol. Oleh sebab itu, Rooney berbesan kepada Inggris untuk mempertajam pada bagian di depan gawang.

Inggris cuma memasukkan 3 gol sejauh tahap grup berlangsung. Ke 3 gol itu dihasilkan yakni pada 2 laga yang dimainkan. Pada pertandingan terakhir kontra Slovakia, Inggris hanya mendapat hasil imbang yakni 0-0.

Pada laga kontra Slovakia itu, Inggris terhitung melesatkan 28 tendangan, namun hanya 5 yang tepat menuju gawang. Lalu 8 tendangang meleset dari target serta 14 tendangan yang lain dikunci.

Hasil imbang kontra Slovakia tentu menjadikan Inggris keluar selaku juara ke dua Grup B berada di bawah Wales. Walau pada akhirannya hal tersebut menjadikan bertemunya Inggris dan Islandia pada fase 16 besar, Rooney beranggapan hal tersebut yang utama untuk skuatnya dalam mempertajam pada saat posisi depan gawang.

“Kami mesti sedikit lebih sadis kepada kesempatan yang kami terima,” ucap Rooney.

“Kami juga harus tampil maksimal sebab sama halnya dengan yang kita saksikan pada laga terakhir,apabila  Anda tak memaksimalkan kesempatan, tentu hal tersebut dapat merugikan dan masuk kedalan tahap gugur, sudah pasti kami mesti berupaya dalam memaksimalkannya.”

Melawan Islandia, Rooney merasa memasukkan gol cepat akan memberi keuntungan bagi Inggris.

“Apabila kami dapat mencatatkan gol cepat kontra Islandia, sudah pasti mereka akan menggempur dan hal tersebut pun bakal pas dengan kami,” ujar kapten yang berasal dari timnas Inggris.

“Kami sangat pede. Kami yakin dapat melangkah sampai dengan akhir pada kompetisi tersebut dan apakah hal tersebut berarti kontra sederet skuat seperti Jerman, Prancis, atau Spanyol, kami berfikir apabila kami menampilkan performa yang terbaik, kami dapat berduel dan kami dapat menjuarai pertandingan tersebut,” tambahnya.

‘Inggris Dan Swiss Sejajar’

Pelatih dari timnas Swiss, yakni Vladimir Petkovic, berpendapat bahwa, timnya mempunyai performa yang sama seperti Inggris. Menurut pandangan dari Petkovic, bahwasannya sepak bola Swiss sudah meningkat tajam pada beberapa tahun belakangan.

Swiss akan mengawali pertandingan pada babak penyisihan ajang Piala Eropa 2016 untuk Grup E bertanding kontra Inggris yang dihelat di Stadion St Jakob Park, Basel, pada hari Senin tanggal 8 september 2014. Swiss digadang-gadang lebih difavoritkan dibandingkan Inggris jelang laga tersebut.

“Saya merasa gembira kami dikatakan selaku tim yang diunggulkan dalam laga nanti yakni kontra Inggris. Akan tetapi, dari hasilnya tersebut baru akan kita peroleh pada hasil nanti di lapangan,” ungkap Petkovic.

“Kami sangat menghargai Inggris. Kami tak cemas menghadapi Inggris, akan tetapi juga menghormati mereka. Asosiasi sepak bola Swiss sudah menambahkan performa yakni selama 10 tahun belakangan. Adanya kmajuan atas kemampuan. Saat ini, dapat dibilang kami sejajr dengan Inggris,” tuturnya.

Disamping itu, sang kapten yakni Gokhan Inler tetap berjaga-jaga terhadap kemampuan Inggris. “Inggris iyalah Inggris. Kami akan bertanding kontra mereka dengan rasa saling menghargai. Kami jangan sampai melupakan bahwasannya Inggris sudah berada pada posisi tertinggi yakni selama 10  tahun,” sebut Inler.

Inggris dan Swiss sebagai skuat yang di unggulkan pada Grup E. disampaing dari masing-masing tim tersebut, Grup E pula ditempati oleh sederet klub lain diantaranya Lithuania, Estonia, Slovenia, dan San Marino. Pemenang dan runner-up grup secara langsung berlanjut menuju Piala Eropa 2016. Disamping itu pada posisi ke 3 berpeluang masuk dengan statust posisi 3 terbaik atau lewat fase play-off.