Tag Archives: Everton

Mou Beri Hadiah Spesial Bagi Pemain Man United

Pelatih Setan Merah (Manchester United) yakni Jose Mourinho merasa puas atas kerja pemain Marouane Fellaini. Mou siap memberikan hadia spesial yakni sebua kontrak anyar bagi pesepak bola yang memiliki rambut keriting kribo itu.

Pesepak bola yang berumur 29 tahun tersebut telah menandatangi kontrak dengan jarak waktu selama 4 tahun pada saat diboyong Manchester United dari Everton pada tahun 2013 silam. Pada klausul kontrak itu adanya pilihan penambahan 1 tahun lagi.

Walau Fellaini tak berhasil dalam merebut hati penggemar Manchester United, Mou tetap mengagumi dirinya. Mou tak keberatan menghidupkan pilihan untuk penambahan kontrak dua belas lagi.

Marouane Fellaini adalah salah 1 pesepak bola yang tak disengi penggemar The Red Devils. Dirinya sunguh-sungguh tak berhasil pada jaman kepelatihan David Moyes serta kepelatihan Louis van Gaal. Baru ketika jaman kepelatihan Mourinho Fellaini agak sering diturunkan bermain pada awal tahun.

Ironisnya Fellaini belakangan ini sering menciptakan blunder. Dirinya sebagai factor ketidak berhasilan Manchester united ketika kontra eks klubnya yakni Everton pada bulan Desember 2016 lalu. Lalu bergabung selaku pesepak bola pelapis, Fellaini menjadikan Everton memperoleh kado penalti dengan begitu skor pada akhirnya seri yakni 1-1.

Pesepak bola asal Belgia tersebut di Manchester United di tahun ini cuma diposisikan sebagai pemain cadangan pelapis 3 gelandang yakni Ander Herrera, Michael Carrick, dan Paul Pogba.

Blind Beri Saran pada Rekannya Agar Merapat ke Everton

Salah satu pemain yang merupakan bek The Red Devils(MU), Daley Blind memberikan saran pada teman setimnya yakni Memphis Depay untuk merapat ke Everton.  Blind menilai, Depay bakal meningkat di bawah arahan pelatih Ronald Koeman.

“Depay mesti angkat kaki diulan Januari ini. Dirinya bukan pesepak bola utama dan itu karenanya, dirinya mesti pindah. Menuju Everton? Koeman sangat dekat dengan Depay, hal tersebut dapat menjadikan perbedaan besar,” ucap Blind disampaikan oleh salah satu media.

Keluarnya Memphis Depay dari Old Trafford tentu cuma persoalan  waktu. Pelatih Manchester United, yakni Jose Mourinho telah menyampaikan apabila Depay memang mau keluar dari Old Trafford.

Sang pemain merasa tidak nyaman dikarenakan cuma menjadi opsi ke 2 di Manchester United. Depay gagal bersaing pada sederet pemain lain Marcus Rashford, Anthony Martial, dan Ander Herrera.

Secara kebetulan pun, Everton juga kabarnya mau merekrutnya menuju Goodison Park. Justru, Everton tidak cuma mau menghadirkan Depay akan tetapi Morgan Schneiderlin pula. Biaya sejumlah 40.000.000 poundsterling dikabarkan telah disiapkan pihak manajemen The Everton.

Walau begitu, Blind menduga, Depay juga mesti berupaya keras kala berada di Everton. dikarenakan, ada pesepak bola yang sudah menjadi gacoan Koeman pada sektor sayap.

“Pada sektor sayap, mereka memiliki pesepak bola yang menjanjikan. bila mereka tetap berada di sana, tentu tidak ada tempat untuk Depay untuk tampil secara rutin di sana,” ucap Blind yang merupakan teman Depay pada tim nasional Belanda.

 

Barry; The Fosex Telah Kehilangan Kemampuan

Kemampuan Leicester City tahun ini dirasa stelah jauh menurun. Anggapan ini dilontarkan pemain Everton, bernama Gareth Barry.

The Foxes sempat membuat dunia sepak bola terkejut usai memperoleh prestasi yang cukup membanggakan dengan memenangi Liga Inggris tahun lalu. Namun, tim dari Claudio Ranieri ini mulai mendapati kondisi sulit di tahun 2016/2017. Saat terakhir mereka mendapati kegagalan dengan skor 0-2 di markas Everton.

Ini merupakan kegagalan ke 2 dari 3 laga terakhir The Foxes. Sekarang, mereka berada pada urutan ke enam belas, cuma 3 angka di atas zona kemerosotan.

“Mereka tidaklah skuat seperti musim lalu,” ucap Barry. “Sepak bola merupakan terkait keyakinan diri.”

“Itu bakal selalu menjadi berat untuk mereka dalam mengulang apa yang mereka dapati di musim lalu. Itu cuma satu kali seumur hidup apa yang mereka raih.

Barry mengatakan bahwasannya The Foxes memang sudah bangkit kembali pada Liga Champions. Namun, prestasi pada liga dalam negri mereka tidak bermau seperti musim lalu.

“Kami sadar bila kami berada [ada penampilan dan melakukan pertahanan dengan bagus kita dapat memperoleh 3 angka,” ucapnya.

“Orang-orang yang ada di sepak bola mengetahui itu merupakan posisi yang tak sama dengan musim lalu,  Anda bisa menyampaikan dari para penggemar, mereka cukup santai. Itulah sepak bola dan gimana perbedaannya.”

Sebab Ranieri Memposisikan Mahrez Sebagai Pelapis

Pelatih pada skuat Leicester City, yakni Claudio Ranieri, menyatakan alasan memposisikan Riyad Mahrez selaku pelapis pada pertandingan Premier League melawan Everton yang dilangsungkan di Stadion King Power, hari Senin, tanggal 26 Desember 2016.

Pertarungan itu dijuarai oleh Everton atas skor 2-0. Gol armada dari Ronaldo Koeman dihasilkan oleh Kevin Mirallas ketika masuk pada menit 51 dan Romelu Lukaku pada menit ke-90.

Claudio Ranieri tiba-tiba membuat keputusan pada saat tak menurunkan Riyad Mahrez selaku starter pada pertarungan ini.

Mahrez baru dimainkan dimenit 64 sebagai pengganti dari Andy King.

Hal itu amat disayangkan sebab tahun lalu Mahrez tampil gemilang pada 2 pertandingan kontra Everton.

Pemain sayap yang berasal dari Aljazair ini sanggup melesatkan 5 tendangan keras, memberi 8 operan kunci, mendahului pesepak bola lawan sebanyak 9 kali, dan berhasil memasukkan 2 buah gol.

Performa yang gemilang Mahrez itu berakibat atas keunggulan The Foxes di Stadion Goodison Park yakni skor 3-2, tanggal 19/12/2015  dan King Power skor 3-1, tanggal 7/4/2016.

Akan tetapi, Ranieri memiliki jawaban khusus soal Mahrez.

“Saat ini dirinya tak dalam penampilan baik dan saya mau menyemangati dirinya,” ucap Ranieri seperti disampaikan oleh salah satu sumber.

“Saya tak menyaksikan dirinya bermain baik selama waktu latihan. Dirinya mesti menyuguhkan yang lebih lagi bagi skuat. Saya mengharapkan lebih,” ujar arsitek berumur 65 tahun tersebut.

Ranieri untuk yang ke 2 kalinya memposisikan anak didinya tersebut sebagai pelapis pada pertandingan Premier League tahun ini. Saat sebelumnya, Mahrez pun ikut serta pada fase ke-2 pada saat Leicester City gagal 0-3 dari The Blues pada laga yang dilangsungkan di Stadion Stamford Bridge tanggal 15/10/2016.

Masa Berduka Pemain The Blues Sudah Usai

Salah satu pemain serang The Blues(julukan Chelsea), yakni Willian, sudah menjalani masa yang berat sulit yang dikarenakan oleh meninggalnya sang ibu dibulan Oktober 2016 lalu.

Usai sang ibu meninggal dunia, Willian telah sempat melewati 1 minggu di Brasil untuk memulikan diri pasca ditinggal pergi oleh sang ibu untuk selama-lamanya. Dan hasil, kiprahnya bersama The Blues cukup terganggu.

Dirinya juga mau tak mau tak di ikut sertakan dalam tim untuk 2 pertandingan Premier League kontra Everton, yang dilangsungkan pada tanggal 5/11/2016. dan Middlesbrough, pada tanggal 20/11/2016.

“Masa itu amat berat untuk saya. Kehilangan sosok ibu amat terasa amat sulit untuk saya,” ucap Willian.

Secara bertahap, Willian pun telah mengembalikan konsentrasinya pada sepak bola. Dirinya kerap dimainkan dalam 5 laga terakhir The Blues pada ladga Premier League, 2 di antaranya sebagai pemain depan.

Peran serta Willian juga temasuk baik. Dalam masa itu, dirinya telah memasukkan 1 buah gol menuju jaring The Blues dan 1 upaya memasukkan gol yang berakhiran pada gol semata wayang menuju jaring milik Sunderland.

“Sekarang, saya cuma berfiki hal yang baik dan mau melanjutkan kerja keras dan berjuang. Kami mesti mempertahankan penampilan dan terus memperoleh kejuaraan,” ujar dirinya.

The Blues masih berada pada posisi teratas klasemen Premier League dengan modal 43 poin dalam 17 pertandingan. Mereka menang 6 angka poin dari Liverpool dan 7 poin dari The Citizens.

Kompany Harus Lebih Jujur Demi Lewati Masalah Cederanya

Cedera sebagai ancaman yang sering kali membayang-bayangi Vincent Kompany. Supaya cederanya tidak kembali kumat, Kompany harus berbicara terlebih dulu dengan tim medis.

Kompany kerap dihantui masalah cedera otot selama beberapa tahun belakangan. Tahun lalu saja, bek yang berasal dari Belgia tersebut mendapati 5 persoalan yang tak sama.

Laga kontra Everton 2 minggu lalu menjadi kembali setelah persoalaan cederanya yang terakhir. Namun Kompany selanjutnya tak lolos ke dalam daftar tim untuk laga kontra FC Barcelona.

Sekarang ini Manchester City bertanding kontra Southampton pada akhir minggu kemarin, Kompany tampil sedari menit awal. Hal tersebut merupakan kali pertama dirinya tampil selaku pemain inti sedari bulan April lalu.

Atas persoalan cedera yang sering kali didapatnya, Kompany akui dirinya sangat waspada pada kondisinya. Dirinya mesti pula bersedia mendengarkan nasihat dari staf medis menyangkut waktu dirinya bermain.

“Kondisi saya amat sederhana. Saya telah izin tampil selama 42 hari. Saya mesti mebuat perjanjian dengan tim medis, yakni saya mesti jujur terhadap mereka terkait apa yang dirasa oleh saya dan bahwasannya saya bakal menuruti pada saat mereka memberikan keputusan,” ucapr Kompany seperti disampaikan dari salah atu media olahraga.

“Saya berkata terhadap mereka apa yang dirasa oleh saya satu hari sebelum laga dan mereka mengeluarkan keputusan bagi saya. Saya mau tampil, sudah pasti, tak perlu ditaya lagi, namun saya mesti membuat perjanjian ini dengan mendengar apa yang menjadi keputusan mereka.”

Persoalan cedera yang sering kali mengganggu menjadikan pos Kompany pada skuad inti tidak ada jaminan. Namun bek berumur 30 tahun tersebut percaya dapat kembali ke tingkat terbaiknya.

“Saya sadar dengan apa yang mesti saya perbuat untuk comeback ke tingkat saya. Harapan saya bertambah sebab saya berfikir bahwa area saya di lapangan dan saya pantas mempunyai peristiewa-peristiwa bail sebab perkerjaan yang telah saya perbuat setiap hari untuk dapat kembali tampil,” ujar Kompany.