Tag Archives: Claudio Ranieri

Barry; The Fosex Telah Kehilangan Kemampuan

Kemampuan Leicester City tahun ini dirasa stelah jauh menurun. Anggapan ini dilontarkan pemain Everton, bernama Gareth Barry.

The Foxes sempat membuat dunia sepak bola terkejut usai memperoleh prestasi yang cukup membanggakan dengan memenangi Liga Inggris tahun lalu. Namun, tim dari Claudio Ranieri ini mulai mendapati kondisi sulit di tahun 2016/2017. Saat terakhir mereka mendapati kegagalan dengan skor 0-2 di markas Everton.

Ini merupakan kegagalan ke 2 dari 3 laga terakhir The Foxes. Sekarang, mereka berada pada urutan ke enam belas, cuma 3 angka di atas zona kemerosotan.

“Mereka tidaklah skuat seperti musim lalu,” ucap Barry. “Sepak bola merupakan terkait keyakinan diri.”

“Itu bakal selalu menjadi berat untuk mereka dalam mengulang apa yang mereka dapati di musim lalu. Itu cuma satu kali seumur hidup apa yang mereka raih.

Barry mengatakan bahwasannya The Foxes memang sudah bangkit kembali pada Liga Champions. Namun, prestasi pada liga dalam negri mereka tidak bermau seperti musim lalu.

“Kami sadar bila kami berada [ada penampilan dan melakukan pertahanan dengan bagus kita dapat memperoleh 3 angka,” ucapnya.

“Orang-orang yang ada di sepak bola mengetahui itu merupakan posisi yang tak sama dengan musim lalu,  Anda bisa menyampaikan dari para penggemar, mereka cukup santai. Itulah sepak bola dan gimana perbedaannya.”

Sebab Ranieri Memposisikan Mahrez Sebagai Pelapis

Pelatih pada skuat Leicester City, yakni Claudio Ranieri, menyatakan alasan memposisikan Riyad Mahrez selaku pelapis pada pertandingan Premier League melawan Everton yang dilangsungkan di Stadion King Power, hari Senin, tanggal 26 Desember 2016.

Pertarungan itu dijuarai oleh Everton atas skor 2-0. Gol armada dari Ronaldo Koeman dihasilkan oleh Kevin Mirallas ketika masuk pada menit 51 dan Romelu Lukaku pada menit ke-90.

Claudio Ranieri tiba-tiba membuat keputusan pada saat tak menurunkan Riyad Mahrez selaku starter pada pertarungan ini.

Mahrez baru dimainkan dimenit 64 sebagai pengganti dari Andy King.

Hal itu amat disayangkan sebab tahun lalu Mahrez tampil gemilang pada 2 pertandingan kontra Everton.

Pemain sayap yang berasal dari Aljazair ini sanggup melesatkan 5 tendangan keras, memberi 8 operan kunci, mendahului pesepak bola lawan sebanyak 9 kali, dan berhasil memasukkan 2 buah gol.

Performa yang gemilang Mahrez itu berakibat atas keunggulan The Foxes di Stadion Goodison Park yakni skor 3-2, tanggal 19/12/2015  dan King Power skor 3-1, tanggal 7/4/2016.

Akan tetapi, Ranieri memiliki jawaban khusus soal Mahrez.

“Saat ini dirinya tak dalam penampilan baik dan saya mau menyemangati dirinya,” ucap Ranieri seperti disampaikan oleh salah satu sumber.

“Saya tak menyaksikan dirinya bermain baik selama waktu latihan. Dirinya mesti menyuguhkan yang lebih lagi bagi skuat. Saya mengharapkan lebih,” ujar arsitek berumur 65 tahun tersebut.

Ranieri untuk yang ke 2 kalinya memposisikan anak didinya tersebut sebagai pelapis pada pertandingan Premier League tahun ini. Saat sebelumnya, Mahrez pun ikut serta pada fase ke-2 pada saat Leicester City gagal 0-3 dari The Blues pada laga yang dilangsungkan di Stadion Stamford Bridge tanggal 15/10/2016.

Gagal Menang, Ranieri Tidak Sesalkan Turunkan Para Pelapis

Pilihan Claudio Ranieri menurunkan para pesepak bola pengganti menghasilkan kegagalan telak Leicester City di kandang Porto. Tidak rasa sesal dari sang manager.

The Foxes tunduk atas skor 0-5 pada saat lawatan menuju Estadio do Dragao, hari Kamis, tanggak 8 Desember 2016 dinihari WIB. Hasil tersebut tentu tidak merubah kedudukan Leicester City, yang telah diyakini keluae selaku pemenang grup.

Walau begitu, atas kegagalan sebegitu telaknya pula dapat menjadi hal yang menyakitkan bagi mental mereka. Ini merupakan kegagalan skuad Inggris atas margin paling besar dalam sejarah Liga Champions.

Kegagalan tersebut tidak lepas dari pilihan Ranieri memainkan para pesepak bola cadangan. Sudah tentu cuma Danny Drinkwater dan Wes Morgan yang menjadi wakil anggota skuad inti, disamping itu sisanya ialah para gelandang.

Ranieri akui bahwa hasil tersebut merupakan kesalahan dirinya. Namun dirinya tidak menyesalkan atas pilihannya memberi peluang untuk para pesepak bola tersebut.

“Saya tidak merasa menyesal, sebab saya mau memberi peluang untuk semua pesepak bola saya. Bila saya perlu unggul atau seri, saya bakal memainkan semua skuad ke 1 untuk bertanding,” ucapnya disampaikan oleh salah satu media.

“Namun pada saat Anda mengetahui ada pertandingan berat yang lain pada hari Sabtu nanti kontra Manchester City dan Anda berada pada posisi teratas grup, kenapa tidak memberi peluang tampil kepada para pesepak bola yang menyatakan ‘Kenapa saya tidak tampil main? Kita tengah gagal di Premier League, beri saya 1 peluang main,” ungkap Ranieri.

“Atas dasar ini saya memberi peluang main pada mereka. Itu saja,” tambahnya.

The Foxes bakal menjamu The Citizens pada terusan Premier League, hari Minggu, tanggal 11 Desember 2016 dinihari WIB akhir minggu ini.

The Foxes Beri Kode Ancaman Untuk United Dan Klub Pesaing

Selaku manajer pada skuat Leicester City, yakni Claudio Ranieri mengatakan dirinya telah mempunyai rencana pengganti untuk membuat terkejut pesaing mereka. Rencana tersebut dipersiapkan Ranieri demi mewaspadai sengitnya pertarungan pada Liga Inggris tahun 2016-2017.

“Skuat lain telah kenal kami, namun sudah pasti kami mesti meneruskan dengan metode kami pribadi serta pula lain. Satu rencana B dalam berusaha membuat mereka terkejut,” ucap Ranieri.

Kehadiran Josep ‘Pep’ Guardiola menuju Manchester City dan Antonio Conte dirasa semakin menjadikan Liga Inggris 2016-2017 akan berjalan sangat menarik dan seru. Belum pula, ada Setan Merah(MU) yang bergerak menghadirkan Jose Mourinho selaku manajer anyar.

Hal itu menjadikan banyak kubu memperkirakan, kompetisi Liga Inggris akan bertambah sengit. Ini ungkapksn oleh Ranieri. “Ini akan menjadi berat dan pada awal ini akan sangat sulit,” ucap manajer yang mendapat julukkan The Tinkerman itu.

Walau begitu, Ranieri tetap kukuh bahwa skuatnya akan berusa dengan sekuat tenaga demi mempertahankan title pemenang Liga. Mantan manajer AS Monaco tersebut percaya skuatnya mempunyai kesempatan yang persis dengan skuat lain miliki.

“Kami tentu mempertahankannya sampai titik dara penghabisan trofi kami. Kami mesti menjalani hal yang serupa dan memperlihatkan kemampuan juga rasa haus yang serupa,” ucap Manajer yang kini tengah berumur 64 tahun ini.

The Foxes akan mengawali debut mereka ditahun ini dari KCOM Stadium yakni dengan bertanding kontra Hull City, hari Sabtu, tanggal 13 agustus 2016, malam WIB. 1 minggu usainya, mereka akan meladeni runner up tahun lalu, The Gunners yang dilangsungkan di King Power Stadium.

 

Josep Guardiola Bidikan Yang Pas Bagi City

Josep Guardiola Bidikan Yang Pas Bagi CitySalah satu sosok yang sangat erat pada debut kepelatihan dari Josep Guardiola sudah pasti dalam sebuah pemikiran ialah permainan sepakbola yang bagus serta apik dibuatnya. Hal tersebut amat pas yakni dengan target yang besar dalam waktu dekat akan dibuat oleh Manchester City.

Ungkapan itu dilontarkan dari sang pelatih– Premier League, yakni bernama Claudio Ranieri. Dari pendapat yang disampaikan oleh pakar strategi Leicester City itu, Guardiola dengan The Citizen-julukkan untuk Mancherter City merupakan sebuah pertemuan yang cocok. Mereka berdua telah mempunyai kesamaan mengenai pemikiran pada sepakbola.

“Guardiola kelihatannya sebagai salah seorang yang begitu pas kala dirinya berada pada area yang sesuai,” ujar Ranieri dalam sesi wawancaranya berapa waktu.

“Guardiola berkunjung pada klub yang tengah mendirikan system sepak bola yang baik. Hal tersebut sudah lebih dulu mereka jalankan sedari jaman–Roberto –Mancini serta dengan –Manuel–Pellegrini,” tambahnya.

Akan tetapi, sepakbola yang bagus saja tak akan dirasa cukup untuk menghadirkan rasa kepuasan untuk sejumlah petinggi Manchester City. Kala itu Guardiola mesti menyuguhkan sebuah title dan kesuksesan bagi klub yang berkandang  di Stadion Etihad ini.

Untuk rencana kedepan yang diberikan bagi eks pelatih FC Barcelona ini pun bukan halnya sebuah target yang sembarang atas title yang di dapat. Dirinya mesti menyuguhkan title pada laga Eropa. dikarenakan, klub telah memberidana yang cukup tergolong tinggi terhadapnya. Atas hal tersebut dengan menghadirkan Nolito serta pula Ilkay Gundogan.