Category Archives: UEFA

‘Bayern Memiliki Keyakinan Diri yang Besar’

Arsenal memiliki bekal yang baik jelang pertandingan kontra Bayern Munich pada fase 16 besar-Liga Champions. Mereka melihat pertandingan di Allianz Arena dengan keyakinan.

Pada Liga Inggris, The Gurnners baru saja melalui masa yang kurang bagus. Usai mendapati 2 kegagalan berturut-turut, mereka berhasil bangkit dengan memperoleh kesuksesan dari Hull City.

Walau keunggulan pada laga yang dihelat di Emirates Stadium, hari Sabtu, tanggal 11 Februari 2017 malam WIB, atas skor akhir 2-0 dengan aroma polemik, pesepak bola Arsenal, yakni Mohamed Elneny, mengatakan keungguan tersebut menambah rasa keyakinan diri para pesepak bola The Gurnners.

Gol perdana Alexis Sanchez pada pertandingan tersebut beraroma bola tangan, sampai dengan harus mendapat keberatan dari pesepak bola The Tigers.

Walau begitu, keunggulan dari Hull ini tetap dirasa selaku modal yang amat penting daam menjalani kunjungan menuju kandang Bayern, hari Kamis, tanggal 16 Februari 2017 dini hari WIB.

“Semua Konsentrasi kami ialah berusaha untuk semua title kemenangan yang dapat dijuarai termasuk Premier League– FA Cup, serta Liga Champions. Maka, dapat menjadikan sebuah pencapaian bersama-sama,” ucap Elneny pada salah satu sumber olahraga.

“Itulah kenapa keunggulan kontra Hull City amat krusial, sebab kami memiliki pertandingan Liga Champions yang kami bakal segera kami mainkan. Tersebut tandanya, kami akan menjakani kunjungan dengan keyakinan diri dan hal tersebut amat krusial jelang pertandingan besar,” tambahnya.

Gagal Menang, Ranieri Tidak Sesalkan Turunkan Para Pelapis

Pilihan Claudio Ranieri menurunkan para pesepak bola pengganti menghasilkan kegagalan telak Leicester City di kandang Porto. Tidak rasa sesal dari sang manager.

The Foxes tunduk atas skor 0-5 pada saat lawatan menuju Estadio do Dragao, hari Kamis, tanggak 8 Desember 2016 dinihari WIB. Hasil tersebut tentu tidak merubah kedudukan Leicester City, yang telah diyakini keluae selaku pemenang grup.

Walau begitu, atas kegagalan sebegitu telaknya pula dapat menjadi hal yang menyakitkan bagi mental mereka. Ini merupakan kegagalan skuad Inggris atas margin paling besar dalam sejarah Liga Champions.

Kegagalan tersebut tidak lepas dari pilihan Ranieri memainkan para pesepak bola cadangan. Sudah tentu cuma Danny Drinkwater dan Wes Morgan yang menjadi wakil anggota skuad inti, disamping itu sisanya ialah para gelandang.

Ranieri akui bahwa hasil tersebut merupakan kesalahan dirinya. Namun dirinya tidak menyesalkan atas pilihannya memberi peluang untuk para pesepak bola tersebut.

“Saya tidak merasa menyesal, sebab saya mau memberi peluang untuk semua pesepak bola saya. Bila saya perlu unggul atau seri, saya bakal memainkan semua skuad ke 1 untuk bertanding,” ucapnya disampaikan oleh salah satu media.

“Namun pada saat Anda mengetahui ada pertandingan berat yang lain pada hari Sabtu nanti kontra Manchester City dan Anda berada pada posisi teratas grup, kenapa tidak memberi peluang tampil kepada para pesepak bola yang menyatakan ‘Kenapa saya tidak tampil main? Kita tengah gagal di Premier League, beri saya 1 peluang main,” ungkap Ranieri.

“Atas dasar ini saya memberi peluang main pada mereka. Itu saja,” tambahnya.

The Foxes bakal menjamu The Citizens pada terusan Premier League, hari Minggu, tanggal 11 Desember 2016 dinihari WIB akhir minggu ini.

“Juventus dapat Tundukkan Siapa Saja”

Juventus berpeluang berjumpa dengan sederet skuad hebat pada fase 16 besar. Penyerang Juventus, yakni Paulo Dybala merasa optimis skuadnya bakal sanggup mengatasi pesaing-pesaingnya nanti.

Juve sudah tentu menjadi pemenang pada Grup H dengan raihan sebanyak 14 angka, menang 3 angka atas Sevilla yang berada di bawahnya. Hasil tersebut didapati Juventus setelah mengalahkan Dinamo Zagreb dengan skor 2-0 pada laga yang diadakan di Turin, hari Kamis, tanggal 8 Desember 2016, atas sederet gol yang dihasilkan Daniele Rugani dan Gonzalo Higuain.

Berikutnya, Bianconeri sekarang tinggal menanti pesaingnya di tahap penyisihan pertama pada pengundian yang bakal dijalani pada hari Senin, tanggal 12 Desember 2016. Pada fase ini, pemenang-penenang grup bakal kontra skuad juara 2 dari grup lain yang tak berada dalam 1 sosiasi.

Yang dimaksud ialah, La Vecchia Signora berkesempatan bertemu para klub besar seperti Real Madrid, Manchester City, Bayern Munich, atau juga Paris St-Germain.

“Saya tak ada soal dengan skuad mana saja yang bakal kami terima nanti, sebab kami tak semestinya cemas dengan siapapun,” ucap Dybala terhadap salah satu sumber, yang disampaikan oleh salah satu media Italia.

“Dengan sejumlah pesepak bola yang kami miliki, kami dapat menundukkan lawan yang mana saja.”

Pada laga tersebut, Dybala cuma tampil pada sepuluh menit terakhir usai kembali dari izin tampilnya selama satu bulan karena cedera hamstring. Dybala sempat mengatakan telah siap untuk tampil lebih lama.

“Bermain tak sama pada saat waktu latihan, maka saya amat berantusias kembali kala berada di atas kotak hijau. Hari ini saya merasa fit dan pada beberapa hari belakangan tak merasakan sakit. Saya memang belum tapat tampil selama satu setengah jam, namun saya sudah siap untuk tampil lebih lama dibanding dengan malam ini,” ucap striker Argentina itu.

“Kini The Citizens dapat Berkonsentrasi pada Premier League”

Selaku manager pada skuad The Citizen-julukan ManCity, yakni Josep Guardiola, amat senang usai skuadnya berhasil lolos menuju fase 16 besar-Liga Champions. Pep merasa plong sebab ManCity saat ini dapat mengalihkan konsentrasinya pada kompetisi yang lain.

Manchester City tampil seri atas skor 1-1 kontra skuad tuan rumah yakni Borussia Moenchengladbach di hari pertandingan ke 5, hari Kamis, tanggal 24 Novemeber 2016 dinihari WIB. Sempat ketinggal terlebih dulu oleh cetakan gol Raffael, ManCity sanggup menyamai skor melalui aksi dari David Silva.

Dengan hasil imbang tersebut, The Citizens mendapati 8 angka dalam 5 laga di Grup C. Mereka menduduki posisi ke 2, di bawah FC Barcelona yang mempunyai dua belas angka.

The Citizens menang atas 3 angka dari Gladbach yang berada pada urutan ke-3. Walau secara menghitung total angka mereka sapat disamai oleh Gladbach, The Citizens diyakini sebagai juara 2 grup sebab menang head-to-head dari klub Jerman tersebut.

“Saya amat senang berdiri disana (fase knockout –Liga Champions). Babak awal dari musim amat penting, agar dapat masuk menuju fase selanjutnya,” ujar Pep pada akun resmi klub.

“Kami telah menjalaninya dan saat ini kami dapat berkonsentrasi pada Premier League,” ucap arsitek yang berasal dari Spanyol tersebut.

Pep tetap merasa puas walau ManCity hanya dapat membawa pulang dengan raihan imbang dari kandang Gladbach. Sedari masih menjadi juru taktik Bayern Munich, dirinya tahu benar tidak mudahnya menundukkan Gladbach dimarkasnya.

“Saya amat merasa puas untuk semua laga. Saya saat sebelumnya sebagai pelatih di Jerman dan mengetahui begitu sulitnya Gladbach. Namun, kami dapat memperoleh hasil, maka selamat bagi skuad,” ucap Pep.

Manchester City saat ini menduduki peringkat ke 3 di klasemen sementara–Premier League, berjarak 1 angka atas The Blues yang berada pada puncak klasemen. Mereka bakal bertanding kontra Burnley diakhir minggu ini.

Wenger Menyesalkan Penampilam The Gurnners yang Merosot

Sempat memutar balikkan keadaan, The Gurnners yang akhirnya hanya puas tampil seri melawan PSG(Paris Saint-Germain). Arsene Wenger merasa skuadnya tak berhasil mengontrol pertandingan.

Arsenal ketinggal terlebih dahulu saat bertanding kontra Paris Saint-Germain yang dihelat di Emirates Stadium, hari Kamis, tanggal 24 November 2016 dinihari WIB, usai dijebol oleh Edinson Cavani dimenit 18. Tendangan Penalti Olivier Giroud pada akhir fase ke 1 serta gol bunuh diri Marco Verratti pada menit ke 60 memutar kedudukan bagi Arsenal.

pada kondisi ini, Wenger pastinya menginginkan skuadnya dapat memantau permainan. Namun yang terjadi The Gurnners malah mendapat tekanan oleh skuad tamu.

Paris Saint-Germain dalam prosesnya menyamakan posisinya usai Alex Iwobi menciptakan gol bunuh diri, usai mencoba menghadang assist dari Lucas Moura. Sampai-sampai usai itu, Paris Saint-Germain sempat memperoleh sejumlah peluang baik akan tetapi tak berhasil menjadi gol.

“Kami mempunyai sederet momen baik di pertandingan ini namun tak sanggup tampil dominan. Yang menjadi sorotan saya ialah kami sempat menang 2-1 dan mempersilahkan mereka menekan balik kami,” ucap Wenger kepada salah satu sumber.

“Tak musah untuk mengerti gimana gamapangnya kami menghasilkan 1 gol pada kondisi sepak pojok. Anda mesti berfikir 2 hal. keseriusan yang kami tunjukkan dan hasil pertandingannya.”

“Kami menyuguhkan banyak hal dan bangkit dari posisi tertinggal 0-1 sebagai juara atas skor 2-1, lalu meberi dengan sengaja gol bunuh diri. namun kami kontra skuad yang bagus.”

“Adanya kekurangan sesuatu pada kreativitas namun kami memperoleh 1 angka. Mungkin ini tak cukup, namun Anda tidak pernah mengetahui,” ucap pria asal Prancis itu.

‘Juventus Kelelahan di Saat Terakhir’

Juve tak berhasil unggul ketika bertemu Lyon di hari pertantingan ke-empat Liga Champions. Juventus mendapati hasil seri sebab kecapean.

Ketika menjalani laga yang dilangsungkan di Juventus Stadium, hari Kamis, tanggal 3 November 2016 dini hari WIB, Juventus tampil seri seri yakni 1-1 kontra Lyon. Gonzalo Higuain yang sebagai penghasil gol bagi Juventus melalui titik putih.

Kemenangan Juventus tersebut sirna usai Corentin Tolisso mencatatkan gol pada menit 85. Bermula dari tendangan bebas, dirinya memberikan bola masuk menuju gawang yang dijaga oleh Gianluigi Buffon.

Pada pada akhir laga, Baris belakang Juventus tentunya terlihat kedodoran. Salah satu kesempatan Lyon dicatatkan oleh Alexandre Lacazette ketika laga memasuki masa penambahan waktu.

Terkait hasil seri ini, pemain Juventus, yakni Stefano Sturaro mengatakan bahwasannya stamina para pesepak bola The Old Lady telah tercurah habis. Namun, dirinya mengatakan bahwasannya Juventus masih ada di pos yang baik untuk masuk menuju fase 16 besar.

Juventus sekarang ini berada pada pos ke-2 klasemen Grup H dengan torehan 8 angka. Mereka ketinggalan 2 angka dari Sevilla pada pos pertama, dan menang 4angka atas Lyon di urutan ke 3.

“Kami sedikit keletihan pada menit akhir dan kami melakukan sejumlah kesalahan. Kami tetap pada posisi yang baik, kami tentunya masih dapat lebih baik lagi. Namun, saya rasa kami tak puas atas hasil akhir malam ini,” ucap Sturaro di akun resmi UEFA.

“Cuma ada 1 hal yang tak saya sukai merupakan kesalahan yang kami hasilkan pada menit akhir, bukan ketika semestinya dapat mendominasikan laga,” tambahnya.