Category Archives: Euro 2016

Wales Percaya Dapat Tundukkan Belgia Kembali

Walau tidak begitu difavoritkan dibanding Belgia, Wales tetap yakin dengan adanya harapan untuk merauh juara. Dari hasil sederet pertandingan terakhir menjadi modal yang baik bagi mereka.

Wales akan bertanding kontra Belgia pada babak perempatfinal kompetisi Piala Eropa yang akan dilangsungkan di Stade Pierre-Mauroy, hari Sabtu, tanggal 2 juli 2016, dini hari WIB. Hitam diatas putih, Wales tidak lebih difavoritkan pada pertandingan kali ini.

Disamping datang selaku penantang, tim Wales masih kalah saing bidan disejajrkan Belgia. Bale sebagai andalan utama, disamping itu sang penantang mempunyai sederet gelandang diantaranya yakni Eden Hazard, Romelu Lukaku, atau Kevin de Bruyne.

Gareth Bale tau betul predikat Belgia yakni selaku skuat yang diunggulkan. Namun hal tersebut dikatakan tidak akan mengacaukan fokus mereka menghadapi laga.

malah sebaliknya Wales merasa yakin dan pede sebab pada pertandingan terakhir sukses unggul atas skor 1-0 pada tahap penyisihan. Sampai-sampai dalam 2 pertandingan yang lain pada 3 pertandingan terakhir, mereka sanggup bertahan dengan posisi imbang melawan Belgia.

“Kami tak butuh penyemangat lebih sama sekali. Mereka merupakan skuat yang amat baik, kami Tau mengerti akan hal itu. Rencana mereka ialah menjuarai pada Piala Eropa dan mereka menganggap dari masing-masing  tim lawan yakni selaku sarana menuju tahap final dan untuk menjadi juara,” ucapnya.

“Kami tak berfikir bahwa haltersebut merupakan bentuk ejekkan atau bahwasannya kami butuh mengambil penyemangat dari sana. Hal tersebut merupakan pendapat mereka.”

“Ini terkait fokus terhadap diri kami pribadi, mejalankan rencana dari aksi kami, dan berusaha menjalankannya. Kami pun sempat menundukkan mereka sebelumnya, dengan begitu kami dapat melakukan hal yang sama,” ujar striker Real Madrid tersebut.

Griezmann Mendapati Rekor Yang Saman Dengan Zidane

Antoine Griezmann sebagai sosok pahlawan atas kejuaraan yang di raih Prancis dari Republik Irlandia. Dirinya juga sanggup menyamai prestasi baik yang di miliki Zinedine Zidane.

ketika menjalani laga pada fase 16 besar kompetisi Piala Eropa yang diselenggarakan di Stade de Lyon, Lyon, hari Minggu, tanggal 26 juni 2016, malam WIB, kala itu Prancis berhasil meraih juara atas perolehan skor 2-1 dengan hasil kerja kerasnya.

Les Bleus berada pada posisi buncit terlebih dulu atas gol yang dihasilkan oleh Robbie Brady melalui adu penalti pada menit ke 2. Dari aksi yang dilanggar Paul Pogba terhadap Shane Long sebagai penyebabnya.

Prancis unggul melalui 2 gol yang diciptakan Griezmann pada fase ke 2. Opta mencatat bahwasannya dari gol tersebut, Antoine Griezmann menyamakan prestasi yang dimiliki Zidane dengan torehan 3 poin pada 1 putaran final kompetisi Piala Eropa.

Gol awal untuk Griezmann pada laga tersebut telah dihasilkannya pada menit ke-58. Selanjutnya gol ke 2 gelandang yang memiliki nomor punggung 7 ini mencatatkan dengan jarak waktu 225 detik dari cetakannya yang pertama.

Atas performanya tersebut, Griezmann juga merasa senang. Ditambah lagi, pertandingan tersebut ditonton oleh keluarganya.

“Keluarga saya kala itu menyaksikan saya di tribune sebab Lyon sejak awal merupakan menjadi kediaman tinggal saya, maka hal tersebut juga sebagai penyemangat tambahan. Saya ingin dapat lanjut bermain seperti sekarang ini dan memperkuat tim. Kami telah mengupayakan seluruhnya pada fase ke 2 dan Anda telah menyaksikan Prancis yang tidak seperti biasanya(berbeda),” ucap Griezmann pada akun UEFA.

Dua gol pada laga kontra Irlandia tersebut juga mempertegas bahwasannya Prancis sering telat memanas pada pergelaran Piala Eropa. Sebanyak 9 dari total sepuluh gol terakhir Prancis pada kompetisi antarnegara benua biru berhasil di peroleh pada fase ke 2.

Prancis pun dapat kembali pada ajang Piala Eropa untuk perdana semenjak tahun 2004 lalu. Kala menjuarai laga pertandingan usai tertinggal yakni dua belas tahun silam, skuat yang mendapat sebutan ‘ayam jantan’ bersaing kontra Inggris.

Bale Menjadi Sumber Ancaman di Tahap Grup

Tahap grup pada ajang Piala Eropa 2016 sudah usai. Sejumlah catatan timbul, salah satunya ialah gelandang yang amat membahayakan terhadap gawang lawan.

Atas hal tersebut, menimbulkan 16 skuat yang masuk menuju fase 16 besar. Seusainya tahap grup, sejumlah torehan dapat terlihat diantaranya menyangkut performa individu.

Mengenai ancaman terhadap gawang milik lawan, untuk sejauh ini adanya seorang striker Wales, bernama Gareth Bale, yang berada pada posisi urutan pertama. Akun resmi UEFA membukukan bahwa Bale melesatkan sebanyak 16 kali upaya, yang mana dari total tersebut, 11 di antaranya menjurus ke arah gawang.

Dari total upayanya itu, Bale sanggup mencatatkan 3 gol. Dari pencapaian gol tersebut membuat 1 dari 2 skor terbanyak sementara ini bersama dengan striker Spanyol yakni Alvaro Morata.

Morata pribadi bukan berada pada posisi ke 2, sebab peringkat itu diduduki oleh salah seorang bintang Portugal, yakni Cristiano Ronaldo. CR7 tercatat mempunyai 8 kali upaya yang menjurus ke arah gawang dan baru menghasilkan 2 gol.

Striker yang kini tengah berusia 31 tahun itu bisa dbilang sangat boros dalam melesatkan percobaan. Dengan tercatat, demi memperoleh 8 kali upaya on target tersebut Cristiano Ronaldo dengan jumlah keseluruhan melesatkan sebanyak 33 serangan. Dari 33 serangan tersebut 13 di antaranya tidqak mendapatkan target, 11 yang lain di kunci, dan 1 mengenai tiang gawang.

Terkait ancaman terhadap gawang lawan, Morata berada pada posisi peringkat ke 3 yakni dengan 6 kali upaya on target dari jumlah keseluruhan 11 kali percobaan. Walau hasil upaya on target-nya masih belum menandingi  apa yang dilakukan Cristiano Ronaldo, akan tetapi Morata masih lebih efektif  dan akurat sebab selama ini telah mencatatkan 3 gol.

 

‘Rooney Berpesan Inggris Harus Tampil Lebih Sadis’

Wayne Rooney tidak ingin Inggris kembali mengalami kerugian sebab betapa sulitnya dalam mencatatkan gol. Oleh sebab itu, Rooney berbesan kepada Inggris untuk mempertajam pada bagian di depan gawang.

Inggris cuma memasukkan 3 gol sejauh tahap grup berlangsung. Ke 3 gol itu dihasilkan yakni pada 2 laga yang dimainkan. Pada pertandingan terakhir kontra Slovakia, Inggris hanya mendapat hasil imbang yakni 0-0.

Pada laga kontra Slovakia itu, Inggris terhitung melesatkan 28 tendangan, namun hanya 5 yang tepat menuju gawang. Lalu 8 tendangang meleset dari target serta 14 tendangan yang lain dikunci.

Hasil imbang kontra Slovakia tentu menjadikan Inggris keluar selaku juara ke dua Grup B berada di bawah Wales. Walau pada akhirannya hal tersebut menjadikan bertemunya Inggris dan Islandia pada fase 16 besar, Rooney beranggapan hal tersebut yang utama untuk skuatnya dalam mempertajam pada saat posisi depan gawang.

“Kami mesti sedikit lebih sadis kepada kesempatan yang kami terima,” ucap Rooney.

“Kami juga harus tampil maksimal sebab sama halnya dengan yang kita saksikan pada laga terakhir,apabila  Anda tak memaksimalkan kesempatan, tentu hal tersebut dapat merugikan dan masuk kedalan tahap gugur, sudah pasti kami mesti berupaya dalam memaksimalkannya.”

Melawan Islandia, Rooney merasa memasukkan gol cepat akan memberi keuntungan bagi Inggris.

“Apabila kami dapat mencatatkan gol cepat kontra Islandia, sudah pasti mereka akan menggempur dan hal tersebut pun bakal pas dengan kami,” ujar kapten yang berasal dari timnas Inggris.

“Kami sangat pede. Kami yakin dapat melangkah sampai dengan akhir pada kompetisi tersebut dan apakah hal tersebut berarti kontra sederet skuat seperti Jerman, Prancis, atau Spanyol, kami berfikir apabila kami menampilkan performa yang terbaik, kami dapat berduel dan kami dapat menjuarai pertandingan tersebut,” tambahnya.

CR7 Kesal, Mikrofon Wartawan Yang Jadi Sasaran

Atas penampilannya yang sampai dengan saat ini masih menurun, Ronaldo membuat tindakan yang mengejutkan. Cristiano Ronaldo sudah hilang kesabaran dengan salah seorang wartawan dari Portugal.

Cristiano Ronaldo sedang menjadi pusat perhatian bersamaan dengan langkan yang kurang bagus yang di dapat Portugal pada ajang Piala Eropa 2016. Masuknya pada grup yang dapat dikatakan selaku grub yang mudah, Seleccao das Quinas malah belum lamai ini mencatatkan 2 angka atas 2 laga awal setelah berhasil diseimbangkan oleh Islandia dan juga Austria dengan perolehan skor 0-0.

Pemain sepakbola yang kini tengah berusia 31 tahun tersebut pun mendapati komentar sebab performanya yang tak dapat memenuhi apa yang diharapkan. Ditambah lagi pada pertandingan melawan Austria, Cristiano Ronaldo tak berhasil dalam maksimalkan pada saat drama adu penalti dengan yang dapat menghadirkan adanya kemungkinan dalam membawa Portugal juara.

Dan hasilnya, Portugal saat ini menghadapi persaingan yang sangat menentukan kontra Hongaria yang akan dilangsungkan pada hari Rabu tanggal 22 juni, malam WIB. Cuma sebuah kejuaraan yang dapat meloloskan CR7 dan rekan-rekannya dalam menuju tahap knockout.

Disampaikan dari 101 Great Goals, peristiwa tersebut berlangsung terjadi ketika tim Portugal tengah berlangsung kalem jelang pertandingan kontra Hongaria. Selaku wartawan pria CMTV kemudian mendatangi Cristiano Ronaldo yakni hanya sekedar menanyakan apakah dirinya seutuhnya bersiap untuk laga tersebut.

Cristiano Ronaldo, bukannya menanggapi apa yang ditanyakan terhadapnya, justru merampas mikrofon yang kala itu tengah berada dalam genggaman sang wartawan sebelum membuangnya meuju danau yang kala itu berada disebelah kirinya.

Hal apa yang menjadikan Cristiano Ronaldo begitu murka? Kala itu CR7 dikabarkan sedang tidak harmonis dengan stasiun televisi tersebut.

Ketika tahun 2014, CR7 tak mau menanggapi mengenai pertanyaan yang dilontarkan dari CMTV pada sebuah pertemuan dengan pers setelah laga sebab adanya reportase yang memfitnah menyangkut dirinya, keluarganya, dan serta pula tim nasional Portugal.

 

 

 

 

‘Dimitri Payet Gelandang Yang Luar Biasa Di Prancis’

Dimitri Payet merupakan permain sangat menjanjikan pada laga awal Grup A Piala Eropa ketika Prancis bertanding kontra Rumania. Dirinya sampai-sampai dikatakan selaku gelandang terbaik Chealsea.

Ketika kontra Rumania yang dilangsungkan di Stade de France, pada hari Sabtu, tanggal 11 juni 2016 dinihari WIB, kala itu Prancis mengambil kejuaran dengan memperoleh skor diakhir 2-1. Olivier Giroud menghantarkan Prancis mencatatkan gol terlebih dulu, setelah itu di imbangi oleh Bogdan Stancu.

Prancis pada akhirannya mendaftarkan kejuarannya usai Payet memasukkan gol pada menit ke 89. Payet melesatkan tembakan keras dari posisi di luar kotak penalti, dan menjurus pada bagian pojok kanan bagian atas gawang milik Rumania.

Whoscored menilai bahwasannya Payet tampil dengan sangat memukau yakni terhitung sebanyak 86 kali terkena bola, 2 kali melesatkan tendangannya menuju arah gawang, 1 tepat sasaran dan berhasil mencetak gol.

Aksi dari Payet tersebut tidak menjadikan manajer dari West Ham United, yakni Slaven Bilic, terkejut. Dirinya sebelumnya telah mengatakan yakni sebelum turnamen, bahwasannya gelandang yang kini tengah berusia 29 tahun tersebut ialah gelandang  terbaik pada tim Prancis.

“Sebelum laga Prancis kontra Rumania pada hari Jumat malam, saya sudah mengirimkan sebuah pesan bagi Dimitri Payet berharap yang terbaik baginya,” ucap Bilic seperti yang disampaikan oleh Daily Mail.

“Isi dari pesan tersebut: ‘santai saja, dirimu tidak mesti menunjukkan apa pun, dirimu gelandang terbaik di sana.”

“Saya tak salah mengra, mungkinkah diri saya salah? Dirinya sepektakuler, tidak hanya mengenai golnya pada detik-detik akhir yang menghantarkan Prancis unggul, sebab disebabkan semuanya. Seluruh aksi dari Prancis lewat dirinya.”

“Ketika berada pada posisi sebelah kiri lapangan, mereka menekan pada posisi itu dan ketika berpindah pada bagian tengah, mereka pun menjalankan hal yang serupa,” tambahnya.

CR7 Bertekad Lebih Maksimal Pada Pertandingan Selanjutnya

CR7 nampak terlihat dalam aksinya kurang power full pada pertandingan Portugal kontra Islandia. Dirinya merasakan badannya yang sudah lebih sehat, bertekad  akan tampil lebih maksimal lagi.

Ketika menjalani pertandingan yang diselenggarakan di Stade Geoffroy-Guichard–Saint-Etienne, hari Rabu, tanggal 15 juni 2016 dinihari WIB, Cristiano Ronaldo tak berhasil tampil cemerlang. Portugal juga hanya mendapati hasil seri 1-1ketika  bertanding melawan Islandia. Nani sebagai penghasil gol Selecao, dan kala itu mendapat aksi balasan oleh Birkir Bjarnason .

Pada laga tersebut, CR7 telah terlihat dalam melancarkan upaya dengan mengarah ke gawang dengan torehan terbanyak yakni sepuluh kali. naasnya, hanya  1 yang on target.

CR7 sendiri sempat mendapati masalah kesehatan fisik sebelum bertanding di Prancis. Dirinya keletihan setelah memperkuat Los Blancos, yang belum lama masuk pada pertandingan persahabatan terakhir ketika Portugal unggul banyak dari Estonia.

Cristiano Ronaldo yang saat ini telah merasa lebih sehat, tentunya bertekad tampil lebih maksimal lagi ketika Portugal kontra  Austria , tanggal 18/6/2016 mendatang.

“Dari segi badan saya merasa baik  dan diri saya akan berusahan maksimal untuk lebih baik pada laga selanjutnya. Saya percaya kami akan melangkah menuju tahap selanjutnya,” ucap Cristiano Ronaldo pada As.

“Saya tampil pada bagian sebelah kiri serta di kanan, saya mesti bertukar tempat  dengan Luis Nani, yaitu dengan tampil lebih kedalam dari keadaan melebar dan merupaya untuk menghadirkan suatu perpindahan. Seluruh perpindahan posisi membutuhkan tidak banyak waktu dalam penyesuaian,” tambahnya.