Category Archives: Eropa 2016

Antoine Griezmann Boyong 2 Title Sekaligus

Striker Prancis, yakni Antoine Griezmann menciduk 2 gelar pada ajang Piala Eropa tahun 2016 ini. Disamping memperoleh gelar sebagai peraih skor terbanyak, dirinya pun ditunjuk selaku gelandang terbaik pada ajang 4 tahunan antarnegara Eropa itu.

Selama ajang Piala Eropa 2016, gelandang yang berumur 25 tahun tersebut telah mencatatkan 6 gol dan memasukkan 2 kali upaya. Griezmann sebagai gelang ke 2 yang sukses memasukkan lebih dari 5 gol pada ajang Piala Eropa.

Gelandang pertama yang sukses menjalaninya ialah sosok sejarawan Prancis, yakni Michael Platini. Eks Presiden UEFA tersebut memasukkan 9 gol pada ajang Piala Eropa tahun 1984 silam.

“Antoine Griezmann adalah sumber ancaman kerap kali dirinya tampil bermain. Dirinya berusaha penuh demi skuat dan mempunyai teknik, mimpi, serta kemampuan pengakhiran yang bagus,” ucap pemimpin skuad teknis UEFA yakni Ioan Lupescu.

“Sejumlah pemerhati teknis yang telah berisikan tiga belas orang telah bersedia memilihnya selaku sebagai gelandang yang amat tangguh selama pergelaran ajang Piala Eropa 2016,” ucap Ioan dengan menambahkan.

Disamping itu, gelandang belia terbaik pada ajang Piala Eropa 2016 sebagai kepunyaan pemain Portugal, yakni Renato Sanches. Dirinya pun tetlah memecahkan rekor gelandang yang paling muda yang bermain pada partai final dengan umur yang tengah menginjak delapan belas tahun 328 hari.

Saat sebelumnya, rekor tersebut sebagai kepunyaan dari Cristiano Ronaldo. Pada saat bermain pada fase final Piala Eropa tahun 2004 lau, setelah pemain sekaligus megabintang dari Real Madrid dan juga Portugal tersebut tengah berusia 19 tahun 150 hari.

CR7; Peristiwa Terbaik Selama Berkarier’’

Selaku pemimpin tim Portugal, yakni Cristiano Ronaldo, menyebut kesuksesan memenangi Piala Eropa 2016 sebagai salah satu peristiwa yang paling menggembirakan selama karier sepak bolanya. Kala itu Cristiano Ronaldo sempat mengatakan, bahwa semua masyarakat Portugal pantas memperoleh trofi ini.

Portugal secara sah menjadi pemenang pada ajang Piala Eropa 2016 setelah mendukkan tim tuan rumah, yakni Prancis dengan prolehan skor akhir 1-0 pada partai final yang dilangsungkan di Stade de France, hari Senin tanggal 11 juli 2016, dinihari WIB. atas gol tunggal Portugal yang dilahirkan gelandang pengganti, Eder ketika adanya penambahan waktu.

“Hal tersebut merupakan salah satu peristiwa amat mengemberikan pada perjalanan karier saya. Sering kali mengungkapkan, saya mau menjuarai trofi bersama dengan timmas dan mendapati rekor sejarah. Rakyat Portugal pantas memperoleh hal ini. Sama halnya dengan teman satu tim dngan saya,” ucap Cristiano Ronaldo.

Pada Partai final tersebut sebenarnya cukup mengecewakan untuk Cristiano Ronaldo. Dikarenakan, Dirinya tak dapat tampil secara full dikarenakan mendapati masalah cedera pada bagian lutut setelah tertabrak dengan salah seorang pemain Prancis, yakni Dimitri Payet.

Walau begitu, semangat Cristiano Ronaldo dalam menjuarai laga layak diberi apresiasi. Dengan balutan perban yakni pada bagian lututnya, CR7 terus memberi semangat kepada rekan satu timnya yang tengah berada  dikursi cadangan.

Sekai-sekali, dirinya ikut memberi pengarahan untuk teman satu timnya yang tengah berusaha menghadapi gencatan Prancis.

“Saya amat merasa bahagia. Hal tersebut merupakan sesuatu yang saya impi-impikan sudah lama, sedari 2004 silam. Sunggu disangkan, laga tak berjalan dengan baik untuk saya, namun saya selalu yakin terhadap rekan satu tim dengan saya. Mereka mempunyai kemampuan dan talenta,” ucap Ronaldo.

Zidane; Spanyol Lebih Unggul Dari Italia

Sang pelatih Pelatih Los Blancos, yakni Zinedine Zidane turut mengkritik persaingan pada fase 16 besar kompetisi Piala Eropa diantaranya 2 tim elite, yakni Itali dan Spanyol. Pendapat Zidane, persaingan tersebut berakhir terlalu cepat. Saint-Dennis, Paris, hari Senin tanggal 26 juni 2016 akan menjadi saksi atas duel antara hidup dan mati 2 kubu.

Pertandingan Spanyol melawan Italia sendiri adalah final ulangan pada kompetisi Piala Eropa 4 tahun yang lalu. Saat itu, Italia mesti tertunduk dengan skor 0-4 atas Spanyol.

Alhasil, sedari tahun 2008 Spanyol telah 3 kali mengalahkan Italia pada ajang besar. Ketika fase semifinal ajang Piala Eropa tahun 2008, kala itu Italia gagal lewat adu penalti pada fase semifinal. Satu tahun berlalu, Italia tersingkir dari fase semifinal ajang Piala Konfederasi.

Untuk Piala Eropa musim ini, pada akhirnya takdirlah  uang mempertemukan Spanyol dan Italia. Kala itu La Furia Roja mesti bertanding kontra Italia yang berpredikat selaku pemenang grup E. Spanyol berhasil peroleh posisi kedua grup D usai pada laga terakhir, Spanyoldengan mengejutkan k.o dikalahkan Kroasia.

“Menurut saya pribadi, laga ini sama halnya dengan final,” Ucap. Eks gelandang Juve tersebut sedang menikmani masa liburannya di Merano, Italia.

Selaku pahlawan Prancis pada ajang kompetisi Piala Dunia tahun 1998 itu menyatakan apabila kemampuan Spanyol masih unggul dibanding Italia. “Spanyol berada satu level lebih tinggi dari Italia saat ini,” tambah sang pelatihyang berkewarganegaraan Prancis itu.

Jelang pertandingan, masing-masing bersama-sama berada berada pada kedudukan yang tak menguntungkan usai mendapatu kekalahan yakni pada laga terakhir fase kualifikasi grup. Spanyol takluk 1-2 atas Kroasia. Sementara itu, Italia mesti tunduk atas skor 0-1 atas Republik Irlandia. Kala itu Zidane secara special menyoroti kegagalan tersebut.

“Kegagalan Italia atas Irlandia merupakan hal normal. Fokus para gelandang menurun usai 2 kejuaraan terus-menerus. Terlebih, tim melakukan perubahan total. Saat ini mereka butuh dalam melatih diri kontra Spanyol. Ini merupakan pertandingan penting.”

Berkelahi, Ibra Mau Bawa Chiellini Menuju RS

Salah seorang yang merupakan pemain penyerang-Swedia, yakni Zlatan Ibrahimovic menghadirkan banyolan menyangkut kegagalan negaranya atas Italia ketika babak kualifikasi grup C ajang Piala Eropa, pada hari Jumat, tanggal 17 juni 2016. Swedia menelan kekalahan kontra Italia yakni 0-1 dari gol yang dilahirkan oleh Eder Martins pada saat memasukki menit 88.

Atas dari kegagalan tersebut adanya kemungkinan Swedia tak berhasil untuk masuk tahap selanjutnya, namun masih mempunyai kesempatan apabila berhasil dengan mengalahkan Belgia ada pertandingan terakhir. Ibra yakni sana sapaan untuk Ibrahimovic mendapati pengawalan sangat ketat oleh bek Italia, yakni bernama Giorgio Chiellini.

Semaring becanda, Ibra mengungkapkan bahwasannya ia ingin membawa Chiellini menuju rumah sakit apabila betul-betul terjadi perkelahian.

“Apabila hal itu bakal betul-betul terjadi perkelahian, dirinya akan segera masuk rumah sakit,” ucapnya seperti diisampaikan pada Football Italia.

Kandidat pemain serang Setan Merah(MU) tersebut mengungkapkan bahwasannya Swedia kurang fokus ketika berhadapan kontra Italia. Maka beginilah, ucap dirinya, yang menjadikan ujung tombak atas keunggulan Gli Azzurri.

“Pada sepak bola, diri anda mesti fokus paling tidak selama satu setengah jam, apabila tidak diri anda akan diberi sanksi terhadap tim yakni seperti Italia. Hal tersebut yang berlangsung pada hari ini. Dapat saja Anda lebih berhati-hati selama satu setengah jam, namun Anda dapat melepaskan satu kesempatan dan kehilangan pertandingan,” ucap Ibra.

“Siapaka yang amat saya sukai pada skuat Italia? Tidak ada satu orang pun, mereka tampil selaku tim, mereka membuat diri saya merasa terkejut.”