Monthly Archives: December 2016

Patrice Evra Berharap Tampil Leguler Bersama Juve

Pemain yang merupakan klub Juventus, yakni Patrice Evra, merasa berputus asa sebab lakonnya dalam skuat inti Juve pada tahun ini semakin sedikit.

Hal tersebut disampaikan oleh sang agen, bernama Federico Pastorello.

Pesepak bola yang berumur 35 tahun tersebut baru 3 kali bermain pada pertandingan Serie A tahun ini sebab juru taktuk Juventus, yakni Massimiliano Allegri, lebih mempercayakan Alex Sandro pada posisi bek kiri.

Walau begitu, Pastorello menyangkal bahwasannya Evra tak merasa betah dengan kehidupan sehari-harinya di Turin. Dirinya menyatakan bahwa Evra mengharapkan lakon yang lebih besar.

“Saya mesti akui bahwasa, sama halnya dengan pesepak bola lain, dirinya mau lebih sering tampil,” ucapmua kepada salah satu situs, dan disampaikan lewat salah satu media.

“Saya telah mendapati begitu banyak penawaran. Saya tak mengetahui dari mana isu tersebut bersumber,” ucap sang agen.

Klub Inggris, yakni West Ham, yang menghadirkan Simone Zaza dari Juve dengan predikat sebagai pemain pinjaman dibulan Agustus, usai disangkut pautkan dengan kesepakatan untuk pesepak bola yang berasal dari Perancis tersebut.

“Sebenarnya, saya tak mengetahui terkait berita yang ada di Premier League. Saya cunma dapat menyatakan bahwasannya saat ini tak ada yang pasti, apakah dirinya bakalan pergi atau sebaliknya,” ujarnya.

Sedari merapat ke Juventus dari The Red Devils(Manchester United) ditahun 2014, Evra sudah menjuarai 2 title Serie A, yakni Supercoppa Italia, dan sampai ke tahap final Liga Champions.

Barry; The Fosex Telah Kehilangan Kemampuan

Kemampuan Leicester City tahun ini dirasa stelah jauh menurun. Anggapan ini dilontarkan pemain Everton, bernama Gareth Barry.

The Foxes sempat membuat dunia sepak bola terkejut usai memperoleh prestasi yang cukup membanggakan dengan memenangi Liga Inggris tahun lalu. Namun, tim dari Claudio Ranieri ini mulai mendapati kondisi sulit di tahun 2016/2017. Saat terakhir mereka mendapati kegagalan dengan skor 0-2 di markas Everton.

Ini merupakan kegagalan ke 2 dari 3 laga terakhir The Foxes. Sekarang, mereka berada pada urutan ke enam belas, cuma 3 angka di atas zona kemerosotan.

“Mereka tidaklah skuat seperti musim lalu,” ucap Barry. “Sepak bola merupakan terkait keyakinan diri.”

“Itu bakal selalu menjadi berat untuk mereka dalam mengulang apa yang mereka dapati di musim lalu. Itu cuma satu kali seumur hidup apa yang mereka raih.

Barry mengatakan bahwasannya The Foxes memang sudah bangkit kembali pada Liga Champions. Namun, prestasi pada liga dalam negri mereka tidak bermau seperti musim lalu.

“Kami sadar bila kami berada [ada penampilan dan melakukan pertahanan dengan bagus kita dapat memperoleh 3 angka,” ucapnya.

“Orang-orang yang ada di sepak bola mengetahui itu merupakan posisi yang tak sama dengan musim lalu,  Anda bisa menyampaikan dari para penggemar, mereka cukup santai. Itulah sepak bola dan gimana perbedaannya.”

Sebab Ranieri Memposisikan Mahrez Sebagai Pelapis

Pelatih pada skuat Leicester City, yakni Claudio Ranieri, menyatakan alasan memposisikan Riyad Mahrez selaku pelapis pada pertandingan Premier League melawan Everton yang dilangsungkan di Stadion King Power, hari Senin, tanggal 26 Desember 2016.

Pertarungan itu dijuarai oleh Everton atas skor 2-0. Gol armada dari Ronaldo Koeman dihasilkan oleh Kevin Mirallas ketika masuk pada menit 51 dan Romelu Lukaku pada menit ke-90.

Claudio Ranieri tiba-tiba membuat keputusan pada saat tak menurunkan Riyad Mahrez selaku starter pada pertarungan ini.

Mahrez baru dimainkan dimenit 64 sebagai pengganti dari Andy King.

Hal itu amat disayangkan sebab tahun lalu Mahrez tampil gemilang pada 2 pertandingan kontra Everton.

Pemain sayap yang berasal dari Aljazair ini sanggup melesatkan 5 tendangan keras, memberi 8 operan kunci, mendahului pesepak bola lawan sebanyak 9 kali, dan berhasil memasukkan 2 buah gol.

Performa yang gemilang Mahrez itu berakibat atas keunggulan The Foxes di Stadion Goodison Park yakni skor 3-2, tanggal 19/12/2015  dan King Power skor 3-1, tanggal 7/4/2016.

Akan tetapi, Ranieri memiliki jawaban khusus soal Mahrez.

“Saat ini dirinya tak dalam penampilan baik dan saya mau menyemangati dirinya,” ucap Ranieri seperti disampaikan oleh salah satu sumber.

“Saya tak menyaksikan dirinya bermain baik selama waktu latihan. Dirinya mesti menyuguhkan yang lebih lagi bagi skuat. Saya mengharapkan lebih,” ujar arsitek berumur 65 tahun tersebut.

Ranieri untuk yang ke 2 kalinya memposisikan anak didinya tersebut sebagai pelapis pada pertandingan Premier League tahun ini. Saat sebelumnya, Mahrez pun ikut serta pada fase ke-2 pada saat Leicester City gagal 0-3 dari The Blues pada laga yang dilangsungkan di Stadion Stamford Bridge tanggal 15/10/2016.

Henderso Hiraukan Pesaing pada Premier League

Pemain dan juga selaku kapten pada skuat Liverpool, yakni Jordan Henderson, tidak menghiraukan pesaing skuatnya dalam pencarian title pemenang Premier League tahun 2016/17.

The Reds mempertahankan kedudukannya pada urutan 2 klasemen atas keungulan telak yakni skor 4-1 kontra Stoke City pada laga yang dilangsungkan di Anfield di hari pertandingan ke delapan belas, hari Selasa, tanggal 27 Desember 2016.

Klub arahan Juergen Klopp ketinggal terlebih dahulu usai dijebol oleh Jonathan Walters ketika masuk dimenit 12. The Reds selanjutnya melakukan aksi balasan melalui Adam Lallana pada menit ke-34, Roberto Firmino dimenit ke-44, gol bunuh diri Gilbert Imbula dimenit ke-59, serta Daniel Sturridge dimenit ke-70.

Liverpool sekarang mencatatkan empat puluh angka atau ketinggal 6 poin atas The Blues selaku pemimpin klasemen. The Citizens membuntuti dari posisi ke-3 atas raihan 39 angka.

Dibanding membayangkan metode untuk memenangkan raihan angka The blues atau memperluas selisih dari Manchester City, kala itu Henderson lebih berfikiran untuk berkonsentrasi melalui laga demi laga.

“Tidak menghiraukan siapa pesaing kami. Kami cuma konsentrasi atas apa yang kami perlukan pada skuat,” ujar pesepak bola berumur 26 tahun tersebut disampaikan oleh salah satu media.

“Hari ini merupakan satu cobaan besar dan setiap kejuaraan adalah hasil baik. Kami saat iniharus konsentrasi pada laga berikutnya,” ucap Henderson.

Berhasil melampaui hadangan Stoke, cobaan yang tidak kalah sulit berat akan dilewati Henderson dan rekan-rekan. Mereka bakal bertanding kontra The Citizens selaku skuat tamu, hari Sabtu, tanggal 31 Desember 2016.

Pasalic Berdarap dapat Selalu Bersama Rossoneri

Mario Pasalic dikatakan sedang nyaman dengan pekerjaannya di Rossoneri(julukan AC Milan) sekarang ini. Pasalic mempunyai harapan AC Milan mampsanggup menetapkanpredikat tahun depan.

Pasalic berpredikat selaku pesepak bola pinjaman dari The Blues(julukan Chelsea) sampai dengan akhir tahun 2016-17. Karier pertama Pasalic di Rossoneri tak mengenakkan menyusul bahwa ini tahun perdananya bergabung di Serie A.

Cedera menjadikan peluang tampilnya begitu sedikit sebab banyak diposisikan sebagai pelapis oleh juru taktik Vincenzo Montella. Akan tetapi, cedera Riccardo Montolivo bagaikan menjadi berkat bagi Pasalic.

Pemain bola yang beusia 21 tahun tersbut selama 7 laga terakhir pada Serie A selalu tampil, dengan jumlah 5 kali menjadi pemain inti dan 2 kali menjadi pesepak bola pelapis. Total 1 gol dihasilkannya menuju jaring Crotone pada minggu ke lima belas.

Puncaknya ialah ketika Pasalic sebagai pamungkas keunggulan AC Milan atas Juve pada Piala Super Italia pada sesi adu penalti akhir minggu kemarin.

“Dirinya amat senang dapat menghasilkan penalti pamungkas dan memaki kostum AC Milan,” ucap sang agen Pasalic, yakni Marko Naletilic, seperti disampaikan salah satu media.

“Montella amat yakin pada dirinya dan telah mengembalikan keyakinan dirinya usai cedera yang cukup lama. Ini yang membuat Mario bangga. Dirinya masih dapat meningkat – Sekarang ini baru 70% kualitasnya,” sambungnya.

“Nasibnya tergantung dalam sejumlah aspek: AC Milan, Chelsea, dan pastinya dirinya.”

“Dirinya amat berharap dan saya dapat ucaopkan bahwasannya AC Milan telah berada di hati Mario.”

Penampilan baik Pasalic akhir-akhir ini menjadikannya diberitakan bakal kembali menuju The Blues bulan Januari mendatang. Terkait nasib pesepak bola yang berasal Kroasia tersebut, pihak Rossoneri belum dapat berbicara terlalu jauh.

“Kami mempunyai kesempatan untuk itu, kami memiliki pilihab untuk menghadrikannya dan kami bakal lihat pada musim panas nanti,” ucap pemilik AC Milan, yakni Adriano Galliani.

Mourinho Tak Bisa Menerka Posisi Akhir Man United

Selaku pelatih pada skuat Manchester United, yakni Jose Mourinho, tak dapat memperkirakan pos akhir skuadnya dalam Premier League tahun 2016/17.

Sampai dengan minggu ke tujuh belas, The Red Devilas(MU) masih tetap tertahan pada posisi urutan 6 dengan mencatatkan 30 angka. Mereka berjarak tiga belas poin dari The Blues selaku yang menduduki pos teratas pada tabel.

Melihat kondisi tersebut, title pemenang mungkin tidak mudah diraih oleh skuat Manchester United. Lebih tepatnya jika Mou melihat posisi ke-4 yang saat ini dihuni oleh Arsenal. Selisihnya hanya 4 poin.

“Walau begitu, saya tak mau menyatakan pos ke-4. Karena, saya merasa bahwasannya kami dapat memperoleh hasil lebih bus disbanding posisi  ke-4,” ujar Mou.

“Kami sebetulnya pun dapat berada di luar pos itu sebab sederet skuad papan atas mempunyai tekad yang sama. Maka, saya tak dapat menyatakan ke-3, ke-4, atau ke-5,” ucap pria yang berasal dari Portugal tersebut.

Denah duel di pertandingan dilevel tertinggi Inggris memang telah meluas. Terdapat Tottenham Hotspur yang kini mulai bermain stabil dalam beberapa tahun belakangan dentidak berada pada posisi  4 besar secara terus menerus yang dihuni Manchester  United, Arsenal, Manchester City atau Chelsea.

Belum lagi The Reds, yang telah bangkit dimusimke-2 Juergen Klopp. Sekarang, giliran skuat Liverpool yang menemempati pos urutan ke-2 atas jarak 6 angka dari The Blues.

Cuma, menimbang uang serta nama besar Setan Merah, pencapaian di luar 4 besar tak dapat  ditolerir oleh Mou.

“Peringkat ke-4 dan ke-7 merupakan hal yang berbeda,” ujar Mou.

Masa Berduka Pemain The Blues Sudah Usai

Salah satu pemain serang The Blues(julukan Chelsea), yakni Willian, sudah menjalani masa yang berat sulit yang dikarenakan oleh meninggalnya sang ibu dibulan Oktober 2016 lalu.

Usai sang ibu meninggal dunia, Willian telah sempat melewati 1 minggu di Brasil untuk memulikan diri pasca ditinggal pergi oleh sang ibu untuk selama-lamanya. Dan hasil, kiprahnya bersama The Blues cukup terganggu.

Dirinya juga mau tak mau tak di ikut sertakan dalam tim untuk 2 pertandingan Premier League kontra Everton, yang dilangsungkan pada tanggal 5/11/2016. dan Middlesbrough, pada tanggal 20/11/2016.

“Masa itu amat berat untuk saya. Kehilangan sosok ibu amat terasa amat sulit untuk saya,” ucap Willian.

Secara bertahap, Willian pun telah mengembalikan konsentrasinya pada sepak bola. Dirinya kerap dimainkan dalam 5 laga terakhir The Blues pada ladga Premier League, 2 di antaranya sebagai pemain depan.

Peran serta Willian juga temasuk baik. Dalam masa itu, dirinya telah memasukkan 1 buah gol menuju jaring The Blues dan 1 upaya memasukkan gol yang berakhiran pada gol semata wayang menuju jaring milik Sunderland.

“Sekarang, saya cuma berfiki hal yang baik dan mau melanjutkan kerja keras dan berjuang. Kami mesti mempertahankan penampilan dan terus memperoleh kejuaraan,” ujar dirinya.

The Blues masih berada pada posisi teratas klasemen Premier League dengan modal 43 poin dalam 17 pertandingan. Mereka menang 6 angka poin dari Liverpool dan 7 poin dari The Citizens.

Inter Milan Incar Pemain The Blues

Pemain bertahan The Blues(julukan Chelsea), bernama John Obi Mikel sedang disangkut pautkan dengan Nerazurri(julukan Inter Milan) usai sang pesepak bola mengatakan tak ada kepastian terkait nasibnya bersama dengan Chelsea.

Periode Mikel bersama dengan The Blues kelihatannya bakal segera usai sebab sang arsitek, Antonio Conte amat kesal padanya sebab lebih memilih untuk perkuat tim nasional Nigeria pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dibanding The Blues di awal tahun.

“Saya bukanlah tipikal orang yang bakal memberi pembelaan diri dan saya tak pernah merasa takut untuk bertanggungjawab,” ucap Mikel kepada salah satu media.

“Benar, orang mungkin menyatakan bahwasannya manager kesal pada saya sebab saya pergi menuju Olimpiade dengan begitu saya tak hadir bersama skuad pada masa pra-musim. Saya mesti tetap berlatih dengan keras dan mempercayakan bahwasannya saya dapat merubah pikiran sang manager. Bila tidak, tentu kita lihat apa yang bakal terjadi di bulan Januari nanti,” tambah Mikel.

Mikel sempat katakan bahwa dirinya tidak ada rasa sesal dengan pilihannya yakni dengan membuat keputusan untuk membela negaranya. untuknya, tersingkir dari The Blues merupakan akibat yang wajar.

“Saya takkan pernah menukarkan penghargaan Olimpiade saya untuk posisi comeback di The Blues. Saya tak ada rasa sesal sama sekali terbang menuju Olimpiade. Saya takkan melepas medali saya untuk apa saja,” ucapnya.

Nerazurri bakal membuat pertimbangan atas pesepak bola yang kini berusia 29 tahun itu dengan biaya murah sebab kontraknya bakal usai musim panas nanti.

Disamping Mikel, Inter Milan pun sedang serius membidik pemain muda milik Atalanta, bernama Roberto Gagliardini. Inter Milan sampai-sampai siap merogoh kocek sebesar 20.000.000 euro. Menurut salah satu situs, Gagliardini ada dalam daftar pesepak bola yang diutamakan yang tengah dibidik Inter Milan.

Minggu yang Kurang Baik Bagi The Gurnners

Arsenal tak berhasil memperoleh poin dalam 2 laga di liga terakhirnya. Lantas saja apabila Arsenal tengah melakoni sebuah minggu yang kurang bagus.

Arsenal mendapati kekalahan dengan skor 1-2 di kontra Manchester City, pada pertandingan yang dihelat di Stadion Etihad, dinihari WIB tadi. Sementara, The Gurnners berada unggul terlebih dulu atas cetakan gol cepat dari A pada waktu dimenit awal.

Akan tetapi, tekanan yang dilakuakan The Citizens secara terus menerus huingga pada akhirnya mendapatkan hasil. Di fase ke 2, gol Raheem Sterling dan Leroy Sane membuat poin full dan juga mengangkat skuat tuan rumah padan peringkat ke 2di bawah The Blues(julukan Chelsea).

Sementara The Gurnners harus mendapati kegagalan untuk yang ke2 kalinya sedara berturut-turut. Pada pertengahan Minggu ini, klub yang mendapat sebutan ‘Meriam London ‘ini gagal di kandang Everton dengan skor akhir1-2, itu pun usai menyia-nyiakan kemenangan 1 gol.

The Gurnners bakal bertanding kontra West Brom di hari pertandingan, pada tanggal 26/12/2016. Alexis Sanchez dan rekan-rekan. Diwajibkan untuk merespons.

“Ini merupakan sebuah minggu yang kurang baik, namun pula faktor dari musim,” ucap pelatih The Gurnners Arsene Wenger, yang sampaikan oleh salah satu media olahraga.

“Disayangkan, apa yang kurang baik ialah agenda yang kami sadar bahwasanya itu merupakan sebuah minggu yang berat sebab kami tampil di Liga Champions sebelumnya (kontra Basel). kondisinya berat, namun secara psikologis kami tangguh dan kami mesti merespons saat ini,” ungkap dirinya.

Taklukan Roma, Juve Konsentrasi Kontra AC Milan

Selaku juru taktik pada skuat Juventus, yakni Massimilliano Allegri menutut anak didiknya untuk segera melupakan kesenangan atas keberhasilan mengalahkan AS Roma, hari Sabtu, tanggal 17 Desember 2016 malam atau tepatnya hari Minggu dinihari WIB. Apalagi I Bianconeri-julukan Juventus bakal segera menjalani pertandingan penting pada Piala Super Italia.

Memang, gol yang dihasilkan Gonzalo Higuain sebagai pembeda untuk pertandingan kali ini. Kesuksesan tersebut menjadikan Juve semakin berdiri tegak berada di atas klasemen dan telah menjauh dari AS Roma dengan jarak 7 gol.

Sampai dengan minggu ke tujuh belas, Juve telah mencatatkan sebanyak 42 angka dalam 14 kesuksesan dan mendapati 3 kekalahan. Disamping itu AS Roma duduk pada urutan ke 2 dengan catatan 35 angka.

“Hal tersebut amat penting untuk kami agar dapat juara. Saat ini kami menang 7 angka dari AS Roma. Namun laju masih panjang agar dapat menjadi pemenang,” ucap Allegri seperti disampaikan salah satu media Italia.

Dia juga mendesak anak didiknya untuk segera berkonsentrasi pada laga kontra AC Milan pada pergelaran Piala Super Italia yang bakal dihelat di Doha-Qatar, yang dilangsungkan pada tanggal 23/12/2016.

“Ini penting agar dapat pergi menuju Doha dalam pertandingan kontra AC Milan dengan mentalitas yang bagus. Juve telah gagal dari mereka pada liga tahun ini dan untuk yang sekarang ini merupakan laga 1 putaran. Tak ada peluang ke 2,” ujar Allegri.