Monthly Archives: June 2016

Wales Percaya Dapat Tundukkan Belgia Kembali

Walau tidak begitu difavoritkan dibanding Belgia, Wales tetap yakin dengan adanya harapan untuk merauh juara. Dari hasil sederet pertandingan terakhir menjadi modal yang baik bagi mereka.

Wales akan bertanding kontra Belgia pada babak perempatfinal kompetisi Piala Eropa yang akan dilangsungkan di Stade Pierre-Mauroy, hari Sabtu, tanggal 2 juli 2016, dini hari WIB. Hitam diatas putih, Wales tidak lebih difavoritkan pada pertandingan kali ini.

Disamping datang selaku penantang, tim Wales masih kalah saing bidan disejajrkan Belgia. Bale sebagai andalan utama, disamping itu sang penantang mempunyai sederet gelandang diantaranya yakni Eden Hazard, Romelu Lukaku, atau Kevin de Bruyne.

Gareth Bale tau betul predikat Belgia yakni selaku skuat yang diunggulkan. Namun hal tersebut dikatakan tidak akan mengacaukan fokus mereka menghadapi laga.

malah sebaliknya Wales merasa yakin dan pede sebab pada pertandingan terakhir sukses unggul atas skor 1-0 pada tahap penyisihan. Sampai-sampai dalam 2 pertandingan yang lain pada 3 pertandingan terakhir, mereka sanggup bertahan dengan posisi imbang melawan Belgia.

“Kami tak butuh penyemangat lebih sama sekali. Mereka merupakan skuat yang amat baik, kami Tau mengerti akan hal itu. Rencana mereka ialah menjuarai pada Piala Eropa dan mereka menganggap dari masing-masing  tim lawan yakni selaku sarana menuju tahap final dan untuk menjadi juara,” ucapnya.

“Kami tak berfikir bahwa haltersebut merupakan bentuk ejekkan atau bahwasannya kami butuh mengambil penyemangat dari sana. Hal tersebut merupakan pendapat mereka.”

“Ini terkait fokus terhadap diri kami pribadi, mejalankan rencana dari aksi kami, dan berusaha menjalankannya. Kami pun sempat menundukkan mereka sebelumnya, dengan begitu kami dapat melakukan hal yang sama,” ujar striker Real Madrid tersebut.

Neymar Sebagai Gelandang Senior Brasil di Olimpiade 2016

Neymar tergabung dalam daftar gelandang timnas Brasil yang akan bermain pada ajang sepak bola Olimpiade tahun 2016, yakni Rio de Janeiro.

Sebetulnya, ajang sepakbola ditujukkan bagi para gelandang di bawah umur 23 tahun. Akan tetapi, Komite Olimpiade Internasional (IOC) memperbolehkan dari masing-masing tim untuk memasukkan 3 gelandang senior.

Kala itu Neymar sebagai salah satu gelandang senior yang diboyong Brasil menuju Olimpiade. Dirinya adalah ketua pada tim yang di beri nama julukan Selecao tersebut.

Dari daftar utu 2 nama gelandang senior yang lain ialah, Douglas Costa, Fernando Prass, kiper Palmeiras, dan gelandang sayap Bayern Muenchen.

Usai Dunga dikeluarkan(PHK), kedudukan selaku pelatih tim pada Olimpiade Brasil disandangkan pada Rogerio Micale. predikat dirinya sekarang ini ialah sebagai pelatih tim nasional Brasil U-20.

Untuk Neymar, pada Olimpiade sekarang ini sebagai pembuktian bahwa diria pada tingkat yang lebih berpengalaman. Saat sebelumnya, dirinya izin tidak menghadiri ketika Copa America Centenario.

Rekor luar buasa Neymar bersama dengan Brasil ialah memenangkan Piala federasi tahun 2013 lalu. Pada Olimpiade tahun 2012 yang dihelat di London, kalan itu Neymar Cuma memperoleh medali perak dikarekan gagal atas Meksiko ketika pertandingan fase final.

Kiper: Uilson dari -Atletico Mineiro,Fernando Prass dari -Palmeira.

Pemain belakang: Luan -Vasco da Gama, Marquinhos -PSG, Zeca -Santos, Rodrigo Caio -Sao Paulo, Douglas Santos -Atletico Mineiro, William -Internacional.

Pemain tengah: Rodrigo Dourado -Internacional, Thiago Maia -Santos, Fred -Shakhtar Donetsk, Felipe Anderson -Lazio, Rafinha -Barcelona.

Pemai depan: Douglas Costa -Bayern Munich, Neymar -Barcelona, Gabriel Barbosa -Santos, Luan -Gremio, Gabriel Jesus -Palmeiras.

Terlihat Nyata Jika Inter Milan Boyong Yaya Musim Depan

Selaku agen dari Yaya Toure, yakni Dimitri Seluk, memerasa kecil harapan bagi kliennya untuk bergabung di Inter Milan yakni pada tahun 2016 ini. Dari pendapatnya, kesempatan I Nerazzurri, yaitu julukan bagi Inter Milan, baru berpeluang besar pada musim depan.

Masa kontrak Toure bersama dengan The Citizen hanya berlangsungsamapi dengan tanggal 30/6/2017. Sampai dengan saat ini, dari masing-masing pihak belum menuju fase negosiasi dalam masalah pembaruan kontrak tersebut.

Jika kondisi ini berlanjut, Inter Milan dapat memberikan kontrak tersebut pada bulan Januari tahun 2017 mendatang dalam kepindahan pada pertengahan musim.

“Saya tak dapat mengungkapkan bagaimana kesempatan transfer tahun ini. Sudah pasti tidak akan sulit bila melihat dirinya di Inter Milan pada akhir tahun depan, ketika masa kontraknya usai,” ucap Seluk.

Ada pula demi mewujudkan transfer musim ini, Inter Milan dikabarkan tengah mengalami masalah ekonomi. Dari hasil yang diperoleh Transfermarkt, harga jual pemain yang berasal dari Pantai Gading tersebut masih berkisar 20.000.000 euro atau setara dengan Rp 291 milyar.

Diluar dari lagi urusan gaji. Toure kemungkinan tak ingin mendapati honor yang jauh dari honornya ketika bersama dengan Manchester City, yakni 220.00o pounds per minggunya atau setara dengan Rp 3,8 milyar.

“Grak-grik Inter Milan terbatas sebab Financial Fair Play,” ucap sang agen.

Disamping itu, Seluk pun mempercayai bahwasannya Manchester City tidak mau melepaskan Toure sebelum masa kontraknya usai. Ungkapan sang agen plus menyurutkan berita mengenai perdebatan antara Toure dengan sang pelatih baru,yakni Josep Guardiola.

Saat sebelumnya, Seluk kerap kali mengeluarkan serangan langsung terhadap Guardiola, sebab membuang kesempatan atas bakat yang dimiliki kliennya ketika begabung di FC Barcelona.

Dortmund Akan Memutuskan Nasib Dari Gelandang Bidikan MU

Borussia Dortmund segera membuat keputusan terkait nasib kedepan untuk Henrikh Mkhitaryan pada klub minggu ini. Dortmund mau adanya kepastian menyangkut Mkhitaryan pada saat dimulainya sesi latihan pra-musim pada klub tanggal 4/7/2016.

“Kami akan beranggapan pada kondisi minggu ini. Kita tak cuma butuh untuk dibicarakan dengan pimpinan olahraga, yakni Michael Zorc serta sang pelatih bernama Thomas Tuchel, tetbegitu pula dengan pemain,” ucap CEO Dortmund,yakni Hans-Joachim Watzke.

“Ini merupakan pilihan yang tidak mudah. Ada 3 sudut pandang yang berbeda pada masing-masing perpindahan-yang lebih rendah, olahraga dan strategis. Apa bila pada sisi yang lebih rendah kemungkinan Anda akan membuat pilihan yang tak sama di akhirannya nanti.”

Sebelumnya, pemain yang kini tengah berusia 27 tahun itu kabarnya telah masuk kedalam daftar buruan utama sang manajer dari Setan Merah, yakni Jose Mourinho. Sampai-sampai, dikabarkan atas pindahnya Mkhirtaryan telah disepakati antara pihak Setan Merah dan juga Dortmund.

Agen dari Mkhitaryan, yakni Mino Raiola pun tak menyimpan rapat-rapat dari rencana kepindahan itu. Ketika diajak bergabung dari Shakhtar Donetsk pada tahun 2013 musim panas yakni dengan tebusan sebesar 27.500.000 euro, pemain berumur 27 itu sanggup memperlihatkan penampilan terbaiknya.

Hal tersebut sudah pasti menjadikan Mourinho amat sangat terkesan atas performa yang ditunjukkan Mkhitaryan yang kala itu telah mencatatkan sebanyak 18 gol bagi Dortmund di tahu 2015/2016. Dirinya pun sempatmemperoleh apresiasi yakni ‘Player of the Season’ kala berada di Bundesliga. Gelandang internasional Armenia itu, berkemungkinan besar akan menjadi gelandang Premier League yakni dalam waktu dekat tinggal hitungan hari.

‘Messi Amat Sakit Hati Dan Sedih’

Gerardo Martino sempat mengungkapkan bahwasannya La Pulga(julukkan untuk Lionel Messi) tengah mengalami kesedihan dan rasa sakit yang teramat dalam ketika dirinya tengah berada di kamar ganti Argentina, tidak beselang lama setelah tim mendapati kegagalan atas Chile pada tahap final Copa America Centenario tepatnya pada saat drama adu penalti pagi tadi.

Untuk La Pulga, yang tak berhasil mencetak gol melalui titik putih, serta pula untuk Argentina,,hal tersebut adalah kegagalan ke 3 mereka yakni dengan cara beruntun pada babak final yakni untuk pergelaran besar – usai sebelumnya sempat kalah pada babak final Piala Dunia tahun 2014 dan Copa America tahun 2015 kemarin.

Martino juga sempat mengungkapkan tidak dapat memberi kejelasan apa yang menjadi kesalahan pada pejuang Argentina di zaman Lionel Messi ini, disamping dengan memiliki kemampuan yang begitu hebat akan tetapi kenapa sering kali tak berhasil dalam mendapatkan trofi juara.

“Tak dapat mengatakan secara jelas dalam menggambarkan kondisi yang kini tengah kami hadapi. Kami betul-betul tak beruntung. Kami semestinya dapat memperoleh keunggulan yakni selama satu setengah jam atau pada fase penambahan,” ucap Martino.

“Lionel Messi? dia sama halnya dengan orang lain yang telah bermain, gagal, selanjutnya bermain, berusaha kembali, dan pada akhirnya kembali gagal. Dia mendapati rasa sakit dan kesedihan yang begitu luar biasa besar.”

Lionel Messi pribadi sempat mengatakan bahwat dirinya akan mengakhiri masa kariernya dari tim nasional Argentina setelah final Copa, atas keputusannnya tersebut telah difikirkan dengan matang oleh Messi hal tersebut untuk kebaikkan semua pihak.

 

Griezmann Mendapati Rekor Yang Saman Dengan Zidane

Antoine Griezmann sebagai sosok pahlawan atas kejuaraan yang di raih Prancis dari Republik Irlandia. Dirinya juga sanggup menyamai prestasi baik yang di miliki Zinedine Zidane.

ketika menjalani laga pada fase 16 besar kompetisi Piala Eropa yang diselenggarakan di Stade de Lyon, Lyon, hari Minggu, tanggal 26 juni 2016, malam WIB, kala itu Prancis berhasil meraih juara atas perolehan skor 2-1 dengan hasil kerja kerasnya.

Les Bleus berada pada posisi buncit terlebih dulu atas gol yang dihasilkan oleh Robbie Brady melalui adu penalti pada menit ke 2. Dari aksi yang dilanggar Paul Pogba terhadap Shane Long sebagai penyebabnya.

Prancis unggul melalui 2 gol yang diciptakan Griezmann pada fase ke 2. Opta mencatat bahwasannya dari gol tersebut, Antoine Griezmann menyamakan prestasi yang dimiliki Zidane dengan torehan 3 poin pada 1 putaran final kompetisi Piala Eropa.

Gol awal untuk Griezmann pada laga tersebut telah dihasilkannya pada menit ke-58. Selanjutnya gol ke 2 gelandang yang memiliki nomor punggung 7 ini mencatatkan dengan jarak waktu 225 detik dari cetakannya yang pertama.

Atas performanya tersebut, Griezmann juga merasa senang. Ditambah lagi, pertandingan tersebut ditonton oleh keluarganya.

“Keluarga saya kala itu menyaksikan saya di tribune sebab Lyon sejak awal merupakan menjadi kediaman tinggal saya, maka hal tersebut juga sebagai penyemangat tambahan. Saya ingin dapat lanjut bermain seperti sekarang ini dan memperkuat tim. Kami telah mengupayakan seluruhnya pada fase ke 2 dan Anda telah menyaksikan Prancis yang tidak seperti biasanya(berbeda),” ucap Griezmann pada akun UEFA.

Dua gol pada laga kontra Irlandia tersebut juga mempertegas bahwasannya Prancis sering telat memanas pada pergelaran Piala Eropa. Sebanyak 9 dari total sepuluh gol terakhir Prancis pada kompetisi antarnegara benua biru berhasil di peroleh pada fase ke 2.

Prancis pun dapat kembali pada ajang Piala Eropa untuk perdana semenjak tahun 2004 lalu. Kala menjuarai laga pertandingan usai tertinggal yakni dua belas tahun silam, skuat yang mendapat sebutan ‘ayam jantan’ bersaing kontra Inggris.

“Kontra Chile, Argentina Tak Boleh Gagal Lagi..”

Argentina belum lama ini medapati tiket yakni menuju babak final Copa America 2016 yang akan bertanding melawan Chile pada hari Senin, tanggal 27 juni 2016 dinihari. Selaku pelatih di Argentina, yakni Gerardo Martino, dirinya sempat menyatakan bahwa tidak dapat menerima kegagalan sebagai tak bisa menerima kekalahan sebagai alternative dalam perjumpaan pada masing-masing tim usai tak meraih keberhasilan pada  partai tertinggi Piala Dunia tahum 2014.

Argentina sudah tidak meraih title pada Copa America yakni Selama dua puluh tiga tahun. Pada tahun kemarin pun, La Albiceleste berhasil ditundukkan oleh Chile melalui aksi adu penalti. Tata Martino beranggapan bahwa pada final besok merupakan waktu yang pas untuk membalaskan kekalahan mereka.

“Tumpuan terbesar ialah terperangkap dalam kondisi ini dibandingkam dengan tampil di babak final. lewat hal serupa tidaklah gampang dan hal tersebut merupakan pencapaian yang besar. perlu banyak usaha agar sampai di babak final lagi,” ucap Martino.

Pada final Copa America tahun 2015 lalu, La Pulga(julukkan untuk Messi) beserta rekan-rekan mengalami kekalahan atas Chile dengan skor1-4 saat adu penalti usai tampil seri 0-0 selama 2 jam bertanding. Satu tahun sebelumnya, Argentina kembali kalah pada partai tertinggi, di ajang Piala Dunia tahun 2014 atas Jerman.

“Yang tak dapat kami kerjakan ialah gahal pada final lainnya. Hal inilah yang menjadi  kesimpulan terbesar yang dapat diungkapkan,” ucap Martino.

Mantan pelatih FC Barcelona itu ikut memberikan sanjungan terhadap Lionel Messi. Kala itu Lionel Messi dianggapnya mempunyai peranan yang cukup besar dalam menjaga kemantapan tim menuju tahap final. “Betul-betul, saya berasumsi dalam waktu yang panjang. Saat ini dirinya sudah bermain amat baik dengan timnas,” ujar Martino.

“Dirinya mempunyai begitu banyak penampilan yang baik dibandingkan yang tak begitu baik. Saya tak menafsirkan kami sudah menjalankan sesuatu yang berbeda,” ucanya lagi.

Mendapati Kekalahan, Klinsmann Masih Kerap Memuji AS

Jurgen Klinsmann berpesan terhadap anak didiknya untuk tak bersedih walau tak berhasil dalam merebut trofi pada kompetisi Copa America 2016. Sang pelatih dari tim nasional Amerika Serikat (AS) tersebut merasa bahwa performa Clint Dempsey beserta rekan-rekannya telah cukup untuk menjadikannya modal pada petandingan berikututnya.

Ameika Serikat tak berhasil dalam mentuntaskan pertandingan pada posisi ke 3 usai berhasil ditaklukan oleh Kolombia pagi tadi. Amat disayangkan, kegagalan tersebut Cuma dihasilkan yakni lewat  gol tunggal yang dilahirkan oleh Carlos Bacca.

Akan tetapi selaku runner up adalah pencapaian tertinggi yakni pada peringkat ke 2 Amerika Serikat di turnamen ini. Mereka pun sempat melakukannya yakni ketika tahun 1995 silam.

“Dapat menempati posisi 4 besar pada pertandingan elite tersebut merupakan torehan yang amat luar biasa. sejumlah gelandang mesti berbangga terhadap dirinya pribadi,” ucap Klinsmann..

“Untuk setiap hari merupakanp peristiwa yakni sebagai sebuah pengetahuan dan masih begitu banyak pertandingan lain yang akan datang. Sungguh hal tersebut merupakan promosi yang baik bagi Amerika Serikat pribadi dan juga yang ada di dunia,” ucap sang pelatih yang berasal dari Jerman tersebut dengan menambahkan.

Dirinya juga sempat berpendapat bahwasannya pada ajang Copa America tentunya lebih sukses dibandingkan degan ajang Piala Eropa 2016.

“Tingkat laga di sini berada jauh lebih besar, tentu  saya tak melihat adanya hal yang persis sama pada ajang Piala Eropa. Semoga saja Amerika Serikat dapat selaku tuan rumah pada pergelaran Copa America berikutnya atau pula pada ajang Piala Dunia,” ucap Klinsmann.

Zidane; Spanyol Lebih Unggul Dari Italia

Sang pelatih Pelatih Los Blancos, yakni Zinedine Zidane turut mengkritik persaingan pada fase 16 besar kompetisi Piala Eropa diantaranya 2 tim elite, yakni Itali dan Spanyol. Pendapat Zidane, persaingan tersebut berakhir terlalu cepat. Saint-Dennis, Paris, hari Senin tanggal 26 juni 2016 akan menjadi saksi atas duel antara hidup dan mati 2 kubu.

Pertandingan Spanyol melawan Italia sendiri adalah final ulangan pada kompetisi Piala Eropa 4 tahun yang lalu. Saat itu, Italia mesti tertunduk dengan skor 0-4 atas Spanyol.

Alhasil, sedari tahun 2008 Spanyol telah 3 kali mengalahkan Italia pada ajang besar. Ketika fase semifinal ajang Piala Eropa tahun 2008, kala itu Italia gagal lewat adu penalti pada fase semifinal. Satu tahun berlalu, Italia tersingkir dari fase semifinal ajang Piala Konfederasi.

Untuk Piala Eropa musim ini, pada akhirnya takdirlah  uang mempertemukan Spanyol dan Italia. Kala itu La Furia Roja mesti bertanding kontra Italia yang berpredikat selaku pemenang grup E. Spanyol berhasil peroleh posisi kedua grup D usai pada laga terakhir, Spanyoldengan mengejutkan k.o dikalahkan Kroasia.

“Menurut saya pribadi, laga ini sama halnya dengan final,” Ucap. Eks gelandang Juve tersebut sedang menikmani masa liburannya di Merano, Italia.

Selaku pahlawan Prancis pada ajang kompetisi Piala Dunia tahun 1998 itu menyatakan apabila kemampuan Spanyol masih unggul dibanding Italia. “Spanyol berada satu level lebih tinggi dari Italia saat ini,” tambah sang pelatihyang berkewarganegaraan Prancis itu.

Jelang pertandingan, masing-masing bersama-sama berada berada pada kedudukan yang tak menguntungkan usai mendapatu kekalahan yakni pada laga terakhir fase kualifikasi grup. Spanyol takluk 1-2 atas Kroasia. Sementara itu, Italia mesti tunduk atas skor 0-1 atas Republik Irlandia. Kala itu Zidane secara special menyoroti kegagalan tersebut.

“Kegagalan Italia atas Irlandia merupakan hal normal. Fokus para gelandang menurun usai 2 kejuaraan terus-menerus. Terlebih, tim melakukan perubahan total. Saat ini mereka butuh dalam melatih diri kontra Spanyol. Ini merupakan pertandingan penting.”

“Morata Tak Berani Berhadapan Dengan Italia”

Salah seorang penyerang dari tim nasional Spanyol, yakni Alvaro Morata, dikabarkan bahwa dirinya tak berani berhadapan dengan  gelandang belakang Italia, bernama Giorgio Chiellini. Begitulah pernyataan yang disampaikan teman satu timnya di Bianconeri, yakni Paulo Dybala.

Chiellini dan Morata hampir saja tersangkut perkelahian pada saat Los Blancos unggul dengan skor 2-1 ketika berhadapan dengan Juventus ketika fase grup Liga Champions yang diselenggarakan di Stadion Santiago Bernabeu, pada tanggal 23/10/2013 lalu.

Namun, Morata belum lama berga bergabung padaketika 10 menit terakhir laga. Disamping itu ada pula Chiellini yang kala itu dikenakan kartu merah berawai dari menit 48.

Itu berarti, persaingan Italia dan Spanyol pada fase 16 besar kompetisi Piala Eropa yang berada di Stade de France, pada hari Senin, tanggal 27 juni 2016, akan menjadi perjumpaan perdana antara Chiellini dan Morata.

Di samping itu, Chiellini dan Morata sebelumnya pernah bersaing pada tahap latihan bersama dengan Juve. Kala itu nama pertama kerap kali tampil inferior.

“Belas kasih Morata. Pada tahap latihan, dirinya kelap kali bercanda tak mau tampil kontra Chiellini sebab tak berani,”ucap Dybala.

Bukan begitu tandanya Dybala tak mensupport Morata dalam memasukkan gol. Sepanjang pergelaran, sebelumnya Morata telah mencatatkan 3 gol dan mendapat prediat penghasil skor terbanyak sementara.

“Saya berkeinginan Morata dan juga Simone Zaza dapat membobol gawang. Cuma, demi member dukungan, saya memberikan hal itu terhadap Italia dan teman-teman satu tim di Bianconeri,” ujar Dybala.

Salah satunya  Chiellini, ada pula 6 gelandang Bianconeri pada tim Italia. Lima yang lain diantaranya  Leonardo Bonucci, Gianluigi Buffon, Stefano Sturaro, Simone Zaza dan Andrea Barzagli.